kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kebangkrutan Perusahaan Jepang Naik Empat Tahun Berturut, Efek Konflik Timur Tengah


Rabu, 08 April 2026 / 13:17 WIB
Kebangkrutan Perusahaan Jepang Naik Empat Tahun Berturut, Efek Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jumlah kasus kebangkrutan perusahaan di Jepang terus meningkat untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun fiskal 2025. Menurut data lembaga riset swasta Teikoku Databank, Rabu (8/4/2026), angka tersebut bisa naik lebih tinggi lagi mulai musim panas ini, akibat biaya produksi yang melonjak dari dampak perang di Timur Tengah. 

Pada tahun fiskal 2025, yang berakhir pada Maret, total kasus kebangkrutan mencapai 10.425 perusahaan, naik 3,5% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini sudah melebihi 10.000 kasus selama dua tahun berturut-turut, karena banyak perusahaan kesulitan menghadapi kenaikan biaya bahan baku dan kekurangan tenaga kerja.

Data tersebut menunjukkan perusahaan sudah berada di bawah tekanan sebelum konflik baru-baru ini di Timur Tengah, setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari, yang memicu kenaikan harga minyak dan gangguan pasokan.

Baca Juga: Vietnam Bersiap Menjaring Dana Masuk US$ 6 Miliar, Pasca Raih Status Emerging Market

“Perusahaan semakin khawatir terhadap kenaikan biaya produksi karena harga minyak yang melambung membuat harga tidak hanya bahan bakar dan produk kimia naik, tetapi juga berbagai barang lain seperti plastik, bahan bangunan, dan pupuk,” kata Teikoku Databank.

Lembaga ini memperingatkan, Jepang mungkin akan melihat lonjakan kebangkrutan mulai musim panas, sehingga ada kemungkinan kasus kebangkrutan meningkat lagi pada tahun fiskal 2026.

Temuan ini sejalan dengan laporan triwulanan Bank of Japan (BoJ) dari para manajer cabang regional pada Senin lalu, yang menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak dan gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah dapat membahayakan ekonomi.

Keputusan BoJ untuk menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan berikutnya tanggal 27-28 April akan sangat bergantung pada keseimbangan antara risiko penurunan pertumbuhan dan tekanan inflasi yang terus meningkat.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×