Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (8/4/2026) mengatakan Amerika Serikat akan membantu mengatasi penumpukan lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz.
Sehari sebelumnya, Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, kurang dari dua jam sebelum batas waktu yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali selat tersebut atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur sipilnya.
Trump menjelaskan bahwa kesepakatan di menit-menit terakhir itu bergantung pada persetujuan Iran untuk menghentikan blokade pasokan minyak dan gas melalui selat tersebut, yang biasanya menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.
Baca Juga: Yuan Sentuh Level Tertinggi Tiga Tahun Usai Kesepakatan AS dan Iran
“Kami akan mengirim berbagai jenis pasokan dan tetap bersiaga untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” ujar Trump.
Ia juga menambahkan, akan ada banyak tindakan positif! Uang besar akan dihasilkan. Iran bisa mulai proses rekonstruksi.
Dalam wawancara dengan Agence France-Presse, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah meraih kemenangan total dan menyeluruh setelah menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan Iran.
Penghentian sementara pertempuran dan dibukanya kembali Selat Hormuz akan memungkinkan eksportir Timur Tengah mengirimkan kembali volume besar minyak yang sebelumnya terjebak di kawasan Teluk sejak konflik dimulai.
Menurut data dari perusahaan analitik Kpler, saat ini sekitar 130 juta barel minyak mentah dan 46 juta barel bahan bakar olahan masih berada di atas sekitar 200 kapal tanker di wilayah tersebut.













