Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (27/4/2026) membahas proposal baru dari Iran terkait penyelesaian perang dengan Teheran bersama para penasihat keamanan nasionalnya. Konflik tersebut masih berada dalam kondisi buntu, sementara pasokan energi dari kawasan Timur Tengah ikut terganggu.
Sumber-sumber Iran pada Senin sebelumnya mengungkapkan proposal terbaru Teheran, yang mengusulkan agar pembahasan program nuklir Iran ditunda hingga perang berakhir dan sengketa pengiriman di kawasan Teluk selesai. Namun, usulan ini diperkirakan tidak akan memuaskan Washington, karena AS menegaskan isu nuklir harus dibahas sejak awal.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai Iran sedang berupaya mengulur waktu. “Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja,” kata Rubio dalam wawancara dengan Fox News.
“Iran sangat pandai bernegosiasi. Mereka sangat berpengalaman. Kita harus memastikan setiap kesepakatan benar-benar mencegah mereka melaju menuju senjata nuklir kapan pun,” ujar Rubio seperti yang dilansir dari Reuters.
Meski demikian, upaya menjembatani perbedaan antara AS dan Iran belum sepenuhnya terhenti, menurut sumber-sumber dari Pakistan selaku mediator. Hal itu terjadi meski belum ada diplomasi tatap muka setelah Trump membatalkan rencana kunjungan perwakilannya pada akhir pekan lalu.
Harapan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian semakin memudar setelah Trump mengumumkan pada akhir pekan bahwa ia membatalkan kunjungan utusan khususnya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner ke Islamabad, ibu kota Pakistan. Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bolak-balik ke Islamabad dua kali selama akhir pekan.
Araqchi juga mengunjungi Oman dan pada Senin melanjutkan perjalanan ke Rusia, bertemu Presiden Vladimir Putin dan menerima dukungan dari sekutu lama Iran.
Baca Juga: Jika Trump Tewas atau Lumpuh, Siapa Pengganti Presiden AS? Ini Urutan Resmi Suksesi
Harga Minyak Naik Lagi
Dengan kedua pihak yang masih terlihat sangat jauh dalam sejumlah isu, termasuk ambisi nuklir Iran dan akses terhadap Selat Hormuz yang strategis, harga minyak kembali menguat pada Senin dan mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir.
Trump bertemu tim keamanan nasionalnya pada Senin pagi.
“Ada diskusi pagi ini yang belum ingin saya ungkap lebih jauh. Anda akan mendengar langsung dari presiden dalam waktu dekat,” ujar juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt.
Araqchi mengatakan kepada wartawan di Rusia bahwa Trump meminta negosiasi karena AS belum berhasil mencapai satu pun tujuannya.
Islamabad Dibuka Lagi Setelah Lockdown untuk Persiapan Pembicaraan
Sumber senior Iran, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan proposal yang dibawa Araqchi ke Islamabad pada akhir pekan lalu mengusulkan negosiasi bertahap, dengan isu nuklir dikesampingkan pada tahap awal.
Langkah pertama adalah mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran dan memberikan jaminan bahwa Washington tidak akan memulai perang lagi.
Setelah itu, negosiator akan membahas pencabutan blokade AS serta masa depan Selat Hormuz, yang ingin dibuka kembali oleh Iran di bawah kendalinya.
Baru setelah itu, pembicaraan akan masuk ke isu lain, termasuk sengketa lama soal program nuklir Iran. Iran masih menuntut semacam pengakuan dari AS atas haknya memperkaya uranium untuk tujuan damai, sesuai klaim mereka.
Sebagai sinyal bahwa pertemuan langsung belum akan terjadi dalam waktu dekat, jalan-jalan di Islamabad kembali dibuka setelah sempat ditutup selama sepekan untuk mengantisipasi perundingan yang akhirnya tidak pernah berlangsung.
Pejabat Pakistan mengatakan negosiasi masih berjalan secara jarak jauh, namun belum ada rencana menggelar pertemuan langsung sampai kedua pihak sudah cukup dekat untuk menandatangani memorandum.
Baca Juga: Ketegangan Teluk Berisiko Menjalar ke Selat Malaka, Ini Peringatan Pakar Malaysia













