kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.837   -73,00   -0,41%
  • IDX 6.423   13,30   0,21%
  • KOMPAS100 844   -0,70   -0,08%
  • LQ45 639   -0,93   -0,14%
  • ISSI 223   0,62   0,28%
  • IDX30 359   -0,77   -0,21%
  • IDXHIDIV20 436   -2,15   -0,49%
  • IDX80 96   -0,10   -0,11%
  • IDXV30 120   -0,45   -0,37%
  • IDXQ30 114   -0,64   -0,56%

Meta Dihukum Bayar US$567 Juta, Ini Dampaknya bagi Facebook dan Instagram


Senin, 10 Agustus 2026 / 10:07 WIB
Meta Dihukum Bayar US$567 Juta, Ini Dampaknya bagi Facebook dan Instagram
ILUSTRASI. META PLATFORMS-AI/ (REUTERS/Daniel Cole)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Meta Platforms, pemilik Facebook dan Instagram menghadapi putusan hukum besar di Amerika Serikat (AS) setelah pengadilan negara bagian New Mexico memerintahkan perusahaan membayar US$567 juta serta menerapkan sejumlah perubahan untuk melindungi pengguna berusia muda.

Putusan tersebut menjadi salah satu hukuman terbesar dalam gelombang gugatan di AS yang menuding platform media sosial memberikan dampak buruk terhadap anak-anak dan remaja.

Berikut sejumlah poin penting terkait putusan tersebut dan potensi dampaknya bagi Meta.

Baca Juga: Ini Daftar Perusahaan AS yang Terdampak Serangan Siber Sepanjang 2026

Meta Wajib Bayar US$567 Juta

Pengadilan di Santa Fe, New Mexico, pada Kamis (7/8) memutuskan Meta harus membayar US$567 juta ke dalam dana negara bagian yang digunakan untuk pencegahan dan penanganan masalah kesehatan mental remaja.

Sebelumnya, dalam tahap lain dari perkara tersebut, juri telah memberikan putusan yang mewajibkan Meta membayar US$375 juta atas klaim pelanggaran perlindungan konsumen.

Jika digabungkan, nilai putusan tersebut mencapai US$942 juta.

Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan sejumlah hukuman sebelumnya dalam perkara terkait dampak media sosial terhadap anak-anak.

Salah satunya adalah putusan senilai US$6 juta terhadap Meta dan Alphabet, pemilik YouTube, dalam perkara di California pada Maret lalu.

Meta membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding.

Baca Juga: Unitree dan Tren Produsen Robot Humanoid China Berlomba IPO

Sejumlah Aturan Baru untuk Meta

Hakim Bryan Biedscheid memerintahkan, Meta menerapkan sejumlah langkah khusus bagi pengguna Facebook dan Instagram di New Mexico.

Salah satu kewajiban tersebut adalah memperketat verifikasi usia pengguna. Meta juga harus membatasi penggunaan platform bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun hingga maksimal 90 jam per bulan.

Selain itu, Meta diwajibkan menonaktifkan notifikasi push pada malam hari dan selama jam sekolah.

Orang tua juga harus memberikan persetujuan sebelum jumlah tanda "like" pada unggahan anak mereka dapat ditampilkan.

Meta turut diwajibkan melarang interaksi chatbot yang bersifat seksual dengan pengguna di bawah umur serta menerapkan fitur pengaburan pada gambar yang diduga mengandung ketelanjangan.

Namun, hakim menolak sejumlah permintaan New Mexico lainnya, termasuk perubahan terhadap algoritma Meta serta fitur seperti infinite scroll dan pemutaran video otomatis.

Dalam persidangan, Meta menyatakan beberapa perubahan yang diminta negara bagian tidak dapat dilakukan secara teknologi dan berpotensi membuat perusahaan keluar dari New Mexico.

Baca Juga: Rupiah dan Dolar Taiwan Jadi Mata Uang Asia dengan Penguatan Terbesar Senin (10/8)

Meta Dinilai Menciptakan Gangguan bagi Publik

Hakim Biedscheid memutuskan, Meta telah menciptakan public nuisance atau gangguan yang merugikan kepentingan publik.

Putusan tersebut sejalan dengan klaim New Mexico bahwa Facebook dan Instagram dirancang dengan cara yang dapat membuat pengguna muda mengalami kecanduan serta tidak memberikan perlindungan memadai dari eksploitasi seksual.

Reuters pada tahun lalu juga melaporkan adanya dokumen internal perusahaan yang menunjukkan chatbot AI Meta dapat terlibat dalam percakapan bernuansa romantis atau sensual dengan anak-anak.

Hakim menolak permintaan Meta untuk menggugurkan perkara dengan menggunakan perlindungan berdasarkan Section 230 dari Communications Decency Act.

Aturan tersebut secara umum memberikan perlindungan kepada platform daring dari tanggung jawab hukum atas konten yang dibuat pengguna.

Baca Juga: Harga Emas Melemah di Pagi Ini (10/8): Profit Taking Jelang Rilis Data Inflasi AS

Apa Itu Public Nuisance?

Konsep public nuisance secara tradisional digunakan dalam perkara yang berkaitan dengan ancaman terhadap kesehatan atau keselamatan publik, seperti pencemaran lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep serupa juga digunakan pemerintah dalam gugatan terhadap perusahaan yang menjual atau memasarkan produk tembakau dan opioid.

Dalam perkara New Mexico, hakim menilai dampak platform Meta tidak hanya dirasakan oleh pengguna secara individu, tetapi juga menimbulkan biaya yang lebih luas bagi keluarga, sekolah, rumah sakit dan aparat penegak hukum.

Meta berargumen bahwa perusahaan tidak melanggar hak publik seperti hak atas udara atau air bersih.

Meta juga menilai platform media sosialnya bukan satu-satunya aplikasi yang digunakan anak-anak di New Mexico sehingga perkara tersebut tidak memperhitungkan dampak dari aplikasi lain.

Baca Juga: Perang Ukraina dan Timur Tengah Kuras Persediaan Rudal Patriot, Ini Fakta-faktanya

Bisa Jadi Preseden bagi Gugatan Lain

Putusan New Mexico tidak secara langsung memengaruhi ribuan gugatan lain yang saat ini diajukan oleh anak-anak dan keluarga mereka.

Putusan tersebut juga tidak otomatis berlaku terhadap gugatan public nuisance yang diajukan lebih dari 40 negara bagian dan 1.300 distrik sekolah.

Namun, Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menyebut putusan tersebut dapat menjadi "blueprint" bagi pemerintah daerah maupun negara bagian yang ingin memaksa perusahaan media sosial melakukan perubahan melalui jalur hukum.

Perhatian berikutnya tertuju pada persidangan federal yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus di Oakland, California.

Perkara tersebut melibatkan 29 negara bagian yang menuduh Meta secara ilegal mengumpulkan dan menggunakan data anak-anak, merancang Facebook dan Instagram untuk membuat pengguna muda kecanduan, serta menyesatkan konsumen.

Baca Juga: Jepang Catat Defisit Transaksi Berjalan Pertama dalam 17 Bulan

Perkara tersebut berpotensi membuat Meta menghadapi tuntutan ganti rugi dalam jumlah besar sekaligus memaksa perusahaan melakukan perubahan luas terhadap produk-produknya.

Meta membantah telah membahayakan pengguna muda maupun menyesatkan publik mengenai keamanan platformnya.

Perusahaan juga menyatakan telah berinvestasi dalam berbagai fitur keselamatan anak serta berupaya mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×