kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.933   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.388   44,77   0,71%
  • KOMPAS100 841   8,62   1,04%
  • LQ45 638   7,02   1,11%
  • ISSI 221   2,20   1,01%
  • IDX30 358   3,78   1,07%
  • IDXHIDIV20 436   3,28   0,76%
  • IDX80 96   1,03   1,08%
  • IDXV30 120   0,85   0,71%
  • IDXQ30 114   1,02   0,91%

Meta Diperintahkan Bayar US$ 567 Juta di Meksiko untuk Dana Kesehatan Mental Remaja


Jumat, 07 Agustus 2026 / 10:04 WIB
Meta Diperintahkan Bayar US$ 567 Juta di Meksiko untuk Dana Kesehatan Mental Remaja
ILUSTRASI. Pengadilan negara bagian New Mexico memerintahkan Meta untuk membayar US$ 567 juta ke dana kesehatan mental remaja./ (REUTERS/Daniel Cole)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - MEKSIKO. Pengadilan negara bagian New Mexico memerintahkan Meta untuk membayar US$ 567 juta ke dana kesehatan mental remaja dan mengubah cara kerja platformnya bagi pengguna muda, setelah pengadilan itu memutuskan bahwa Meta bersalah karena membahayakan kesejahteraan anak-anak.

Mengutip Reuters, Jumat (7/8/2026), Hakim Bryan Biedscheid di Santa Fe memutuskan bahwa perusahaan tersebut telah menciptakan gangguan publik di New Mexico, memenangkan Jaksa Agung Raúl Torrez, seorang anggota Partai Demokrat. 

Torrez menuduh perusahaan media sosial tersebut merancang produk yang membuat pengguna muda kecanduan dan gagal melindungi anak-anak dari eksploitasi seksual di platformnya.

Baca Juga: Won Korea Selatan Pimpin Penguatan Mata Uang Asia, Rupiah Melemah ke Rp 17.930

Putusan ini muncul lima bulan setelah juri di New Mexico, dalam tahap awal kasus ini, memerintahkan Meta untuk membayar US$ 375 juta setelah menyatakan perusahaan itu melanggar undang-undang perlindungan konsumen karena memberikan informasi yang menyesatkan mengenai keamanan Facebook dan Instagram bagi pengguna muda.

Kasus ini dipantau dengan cermat di tengah gelombang gugatan hukum yang kian meningkat, yang menuduh perusahaan media sosial membahayakan pengguna muda. Meskipun banyak gugatan diajukan oleh anak-anak dan keluarga terkait dugaan dampak buruk yang dialami individu, negara bagian, pemerintah kota, dan distrik sekolah juga telah mengajukan gugatan yang menuntut perubahan menyeluruh dalam industri tersebut.

Lebih dari 40 negara bagian dan lebih dari 1.300 distrik sekolah telah mengajukan gugatan gangguan publik terhadap perusahaan media sosial, menuntut ganti rugi serta perintah pengadilan yang mewajibkan perubahan pada produk dan praktik perusahaan. 

Pada hari Kamis, Biedscheid memerintahkan Meta untuk menerapkan langkah-langkah keselamatan bagi remaja, termasuk pembatasan bulanan terhadap penggunaan Facebook dan Instagram oleh remaja, pembatasan notifikasi, kontrol yang lebih ketat terhadap kontak orang dewasa dengan anak di bawah umur, perlindungan untuk chatbot AI, serta peningkatan peninjauan laporan pelecehan seksual terhadap anak, berdasarkan keputusan yang berlaku selama lima tahun.

Meta menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya mengidentifikasi serta menghapus konten berbahaya dari platformnya.

Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Hati-hati Jelang Data Tenaga Kerja AS, Harga Minyak Lanjut Naik

"Kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja secara daring dan akan terus membela diri terhadap klaim yang menyimpangkan fakta," ujar Meta dalam sebuah pernyataan.

Torrez dari New Mexico menyatakan bahwa Meta lebih mengutamakan keuntungan daripada keselamatan anak, dan bahwa putusan ini merupakan yang pertama kalinya memaksa perusahaan raksasa media sosial untuk melakukan perubahan demi melindungi anak-anak.

"Ini bukan sekadar putusan terhadap satu perusahaan. Ini adalah sebuah cetak biru," kata Torrez. 

"Kini, negara bagian lain serta negara-negara lain yang menghadapi krisis serupa memiliki peta jalan yang dapat mereka ikuti."

Tahun lalu, Reuters melaporkan adanya dokumen perusahaan yang menunjukkan bahwa chatbot AI Meta dapat "melibatkan anak dalam percakapan yang bersifat romantis atau sensual." 

Laporan ini merupakan bagian dari serangkaian investigasi mengenai keuntungan yang diperoleh Meta dari iklan yang mempromosikan penipuan dan produk-produk terlarang.

Dalam putusan hari Kamis tersebut, Biedscheid memerintahkan Meta untuk mencegah anak-anak di New Mexico "terlibat dalam interaksi romantis atau yang bermuatan seksual dengan chatbot kecerdasan buatan (AI) Meta" serta mencegah orang dewasa di New Mexico menggunakan chatbot untuk menyimulasikan atau membahas interaksi bermuatan seksual dengan anak.

Gangguan Terhadap Kepentingan Umum

Biedscheid mendengarkan kesaksian selama tiga minggu dalam persidangan kedua terkait gugatan ini, yang tidak melibatkan juri. Persidangan tersebut berfokus semata-mata pada pertanyaan apakah platform Meta menciptakan "gangguan terhadap kepentingan umum" (public nuisance) menurut hukum New Mexico.

Klaim mengenai gangguan terhadap kepentingan umum secara tradisional menyasar tindakan yang membahayakan kesehatan atau keselamatan publik—seperti memblokir jalan atau mencemari saluran air—namun pemerintah negara bagian juga telah menggunakan dasar hukum ini dalam litigasi terkait tembakau, opioid, perubahan iklim, vaping, dan yang terbaru, kecerdasan buatan. 

"Sama halnya dengan polusi berbahaya yang dihasilkan pabrik yang dapat merugikan hak publik atas udara yang cukup bersih, dampak buruk platform Meta terhadap anak-anak tidak hanya terbatas pada platform itu sendiri; dampak tersebut meluas ke internet secara keseluruhan dan—yang mungkin paling mengkhawatirkan—ke dunia nyata, sehingga menciptakan beban sosial serta kerugian bersama yang menimpa anak-anak yang terdampak beserta keluarga dan sekolah mereka, maupun rumah sakit dan aparat penegak hukum," tulis Biedscheid.

Dalam persidangan, Meta menyatakan bahwa pihaknya tidak mungkin menciptakan gangguan terhadap kepentingan umum (public nuisance) karena tidak mengganggu "hak publik," seperti akses terhadap udara atau air. 

Meta juga berargumen bahwa platform media sosial miliknya bukan satu-satunya yang digunakan oleh penduduk usia muda di negara bagian tersebut, dan gugatan ini mengabaikan dampak dari aplikasi-aplikasi lain.

Meta juga mengkritik perubahan yang diupayakan oleh New Mexico, dengan menyatakan dalam dokumen pengadilan bahwa banyak di antaranya "secara teknologi tidak praktis atau sama sekali mustahil," dan dapat memaksa perusahaan untuk keluar sepenuhnya dari negara bagian tersebut.

Meta juga berargumen bahwa gugatan New Mexico terhalang oleh Pasal 230 Communications Decency Act, sebuah undang-undang federal yang pada umumnya melindungi platform daring dari tanggung jawab hukum atas konten yang dibuat oleh pengguna. Biedscheid menolak pembelaan tersebut, dengan menilai bahwa negara bagian itu menggugat fitur-fitur platform Meta, bukan berupaya meminta pertanggungjawaban perusahaan sebagai penerbit konten pihak ketiga.

Baca Juga: Emas Spot Stabil Jumat (7/8), Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 2026

Namun, Biedscheid menolak untuk menerapkan beberapa langkah perbaikan yang diminta oleh New Mexico; ia menilai bahwa perubahan pada algoritma dan fitur Meta—seperti infinite scroll (gulir tanpa batas) dan autoplay (pemutaran otomatis)—dapat melanggar hak-hak perusahaan berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS, merugikan posisi kompetitifnya, serta melanggar ketentuan Pasal 230.

Putusan ini muncul saat Meta bersiap menghadapi persidangan pekan depan di pengadilan federal di Oakland, California, terkait gugatan dari 29 negara bagian yang menuduh perusahaan merancang Facebook dan Instagram untuk membuat anak-anak kecanduan serta menyesatkan pengguna mengenai aspek keamanan; sebuah kasus yang dapat membuat perusahaan menanggung beban ganti rugi yang sangat besar.

Perusahaan juga sedang menghadapi gugatan hukum yang diajukan oleh Tennessee dalam persidangan yang telah dimulai sejak bulan Juli.

Meta telah menyampaikan kepada para investor bahwa dampak negatif hukum dan regulasi di AS serta Uni Eropa—terkait isu media sosial bagi kalangan muda—"dapat berdampak signifikan terhadap bisnis dan hasil keuangan kami."




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×