kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.901   42,00   0,25%
  • IDX 8.310   97,96   1,19%
  • KOMPAS100 1.169   11,37   0,98%
  • LQ45 839   8,86   1,07%
  • ISSI 297   2,12   0,72%
  • IDX30 438   6,14   1,42%
  • IDXHIDIV20 525   8,40   1,63%
  • IDX80 130   1,09   0,85%
  • IDXV30 143   1,04   0,73%
  • IDXQ30 141   2,01   1,45%

Mark Zuckerberg Diperiksa Soal Dampak Instagram pada Kesehatan Mental Remaja


Rabu, 18 Februari 2026 / 22:47 WIB
Mark Zuckerberg Diperiksa Soal Dampak Instagram pada Kesehatan Mental Remaja
CEO Meta, Mark Zuckerberg (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - LOS ANGELES. CEO Meta Platforms sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, untuk pertama kalinya menjalani pemeriksaan di pengadilan Amerika Serikat terkait dugaan dampak Instagram terhadap kesehatan mental pengguna muda. 

Pemeriksaan ini berlangsung dalam persidangan juri di Los Angeles yang menjadi salah satu perkara paling penting terkait isu kecanduan media sosial pada anak dan remaja.

Berbeda dengan kesaksiannya di Kongres AS sebelumnya, sidang ini membawa konsekuensi hukum langsung. Jika kalah, Meta berpotensi diwajibkan membayar ganti rugi. 

Baca Juga: Bising Proyek Mark Zuckerberg, Tetangga Diberi Headphone Peredam Suara

Putusan perkara ini juga dapat melemahkan posisi hukum perusahaan teknologi besar yang selama ini relatif terlindungi dari gugatan dampak negatif produk mereka terhadap pengguna.

Gugatan tersebut diajukan oleh seorang perempuan asal California yang mengaku mulai menggunakan Instagram serta Google melalui platform YouTube sejak masih anak-anak. 

Ia menuduh perusahaan-perusahaan tersebut sengaja merancang layanan agar membuat anak kecanduan demi keuntungan, meski mengetahui potensi dampaknya terhadap kesehatan mental. Dalam gugatan itu, ia menyebut penggunaan media sosial memicu depresi hingga pikiran untuk bunuh diri.

Meta dan Google membantah tudingan tersebut. Keduanya menegaskan telah menambahkan berbagai fitur pengamanan bagi pengguna muda. Meta juga merujuk pada temuan National Academies of Sciences yang menyebut penelitian belum membuktikan secara jelas bahwa media sosial menyebabkan perubahan kesehatan mental anak.

Perkara ini menjadi uji coba bagi ribuan gugatan serupa di Amerika Serikat terhadap Meta, Alphabet, Snap, dan TikTok. Keluarga, distrik sekolah, hingga pemerintah negara bagian menuding perusahaan-perusahaan tersebut berkontribusi terhadap krisis kesehatan mental remaja.

Zuckerberg diperkirakan akan dimintai keterangan soal studi internal dan diskusi di dalam Meta terkait pengaruh Instagram terhadap pengguna usia muda. Sejumlah laporan investigatif sebelumnya mengungkap dokumen internal Meta yang menunjukkan perusahaan menyadari adanya potensi dampak negatif. 

Baca Juga: Mark Zuckerberg Memiliki 11 Rumah di Satu Komplek, Banyak Tetangga yang Mengeluh

Reuters pada Oktober lalu melaporkan riset internal Meta menemukan remaja yang merasa tidak nyaman dengan tubuhnya lebih sering terpapar konten terkait gangguan makan di Instagram.

Pekan lalu, kepala Instagram Adam Mosseri juga bersaksi bahwa ia tidak mengetahui adanya studi terbaru Meta yang menyatakan pengawasan orang tua tidak berhubungan langsung dengan tingkat perhatian remaja terhadap penggunaan media sosial mereka. 

Dokumen yang diungkap di persidangan menunjukkan remaja dengan kondisi hidup yang lebih sulit cenderung menggunakan Instagram secara kebiasaan atau tanpa sadar.

Baca Juga: CEO Meta Mark Zuckerberg Beri Kabar Fantastis untuk Investor Nvidia, Apa Itu?

Sementara itu, pengacara Meta menyatakan catatan kesehatan penggugat menunjukkan masalah mentalnya berasal dari masa kecil yang bermasalah. Menurut Meta, media sosial justru menjadi sarana ekspresi kreatif bagi perempuan tersebut, bukan penyebab utama gangguan yang dialaminya.

Selanjutnya: Danantara Sokong Kerjasama Perminas & Perusahaan Abu Dhabi Kembangkan Mineral Kritis

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Lengkap untuk Wilayah Kota Lhokseumawe




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×