kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

SpaceX Incar IPO di Nasdaq, Berpotensi Jadi Terbesar Sepanjang Sejarah


Rabu, 11 Maret 2026 / 13:57 WIB
SpaceX Incar IPO di Nasdaq, Berpotensi Jadi Terbesar Sepanjang Sejarah
ILUSTRASI. Perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk, SpaceX, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mencatatkan sahamnya di bursa (Dok/SpaceX)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk, SpaceX, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mencatatkan sahamnya di bursa teknologi Nasdaq dalam rencana penawaran umum perdana saham atau IPO. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal global.

Menurut empat sumber yang mengetahui rencana internal perusahaan, SpaceX mengarah pada pencatatan saham di Nasdaq, sekaligus menargetkan dapat segera masuk ke indeks Nasdaq 100. Masuknya SpaceX ke dalam indeks tersebut disebut menjadi salah satu syarat penting bagi perusahaan sebelum melantai di bursa yang dikenal berfokus pada saham-saham teknologi tersebut.

Namun demikian, para sumber menyebutkan rencana ini masih bisa berubah. Mereka juga meminta identitasnya tidak diungkapkan karena pembahasan tersebut bersifat rahasia.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa SpaceX berencana melakukan IPO paling cepat pada Juni mendatang. Sementara itu, New York Stock Exchange (NYSE) juga disebut ikut bersaing untuk mendapatkan pencatatan saham SpaceX. Hingga kini, kedua bursa tersebut belum menerima keputusan final dari perusahaan.

Baca Juga: Persaingan Miliarder AS Memanas, SpaceX dan Blue Origin Berlomba ke Bulan

Target Valuasi US$1,75 Triliun

Indeks Nasdaq 100 yang dimiliki oleh Nasdaq Inc. dikenal sebagai salah satu indeks blue-chip utama yang menjadi acuan investor institusi global. Indeks ini mencerminkan kinerja sejumlah perusahaan publik terbesar di dunia, khususnya di sektor teknologi.

Beberapa raksasa teknologi yang masuk dalam indeks ini antara lain Nvidia, Apple, dan Amazon.

Sepanjang tahun lalu, Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan sekitar 21%. Namun pada tahun ini, indeks tersebut tercatat sedikit melemah.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa SpaceX menargetkan valuasi sekitar US$1,75 triliun dalam IPO tersebut. Jika tercapai, valuasi ini akan menjadikan SpaceX sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam di Amerika Serikat berdasarkan harga saham terbaru.

Aturan Baru Nasdaq untuk Percepat Masuk Indeks

Pada bulan lalu, Nasdaq mengusulkan aturan baru yang berpotensi mempercepat masuknya perusahaan besar yang baru IPO ke dalam indeks Nasdaq 100.

Aturan yang dikenal sebagai “Fast Entry” ini dirancang untuk menarik perusahaan swasta dengan valuasi tinggi seperti Anthropic dan OpenAI agar memilih Nasdaq sebagai tempat pencatatan saham.

Baca Juga: SpaceX Luncurkan Misi Crew-12 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Jika aturan tersebut diterapkan, perusahaan yang baru IPO bisa masuk ke indeks Nasdaq 100 dalam waktu kurang dari satu bulan, selama kapitalisasi pasarnya berada di antara 40 perusahaan terbesar dalam indeks tersebut.

Saat ini, perusahaan yang baru melantai di bursa umumnya harus menunggu hingga satu tahun sebelum memenuhi syarat masuk ke indeks utama seperti S&P 500 atau Nasdaq 100. Periode tersebut digunakan investor untuk memastikan stabilitas perusahaan dalam menghadapi volume transaksi besar dari investor institusi.

Manfaat Masuk Indeks Blue-Chip

Masuk ke indeks bergengsi seperti Nasdaq 100 atau S&P 500 memberikan keuntungan signifikan bagi perusahaan. Hal ini karena perusahaan akan mendapatkan akses lebih luas ke investor institusi besar yang biasanya membeli saham dalam jumlah besar untuk kebutuhan dana indeks mereka.

Kondisi tersebut dapat memperluas basis pemegang saham sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham dalam jangka panjang.

Bagi eksekutif dan investor awal, likuiditas yang lebih dalam juga dapat membantu mengurangi dampak pasar ketika mereka mulai menjual saham setelah periode lock-up berakhir. Periode ini biasanya berlangsung sekitar 90 hingga 180 hari setelah IPO.

Baca Juga: Kota Bulan SpaceX: Target Baru Elon Musk Kurang dari 10 Tahun

Meski demikian, peningkatan likuiditas tidak selalu menjamin harga saham akan stabil jika terjadi gelombang besar penjualan saham oleh insider perusahaan.

Sorotan Tahun IPO Global

Hingga kini, SpaceX belum memberikan komentar resmi terkait rencana IPO tersebut.

Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa penasihat SpaceX telah menghubungi sejumlah penyedia indeks utama, termasuk Nasdaq, untuk membahas kemungkinan masuk ke indeks penting lebih cepat dari biasanya.

Jika terlaksana, debut SpaceX di pasar saham diperkirakan akan menjadi sorotan utama di tengah potensi lonjakan aktivitas IPO global tahun ini. Sejumlah perusahaan teknologi besar yang didukung modal ventura, termasuk OpenAI dan Anthropic, juga disebut tengah mempersiapkan langkah serupa menuju pasar publik.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×