Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (7/8/2026).
Di antara mata uang kawasan, won Korea Selatan mencatat penguatan harian terbesar, sementara peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam.
Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Hati-hati Jelang Data Tenaga Kerja AS, Harga Minyak Lanjut Naik
Mengutip Reuters, hingga pukul 02.08 GMT, won Korea Selatan menguat 0,37% ke level 1.418,90 per dolar AS, menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan.
Di posisi berikutnya, dolar Taiwan menguat 0,10%, diikuti dolar Singapura yang naik 0,05%, yuan China menguat 0,06%, dan yen Jepang naik tipis 0,04% terhadap dolar AS.
Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,35%, menjadi mata uang Asia dengan penurunan terbesar pada perdagangan hari ini.
Rupiah juga terdepresiasi 0,11% ke level Rp 17.930 per dolar AS, sementara ringgit Malaysia melemah 0,07%.
Adapun baht Thailand dan rupee India relatif tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Secara kumulatif sejak awal 2026, yuan China masih menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan setelah menguat 3,56% terhadap dolar AS.
Baca Juga: Presiden FIFA Infantino Dapat Dukungan Afrika, UEFA Tetap Ancam Boikot Piala Dunia
Won Korea Selatan juga masih membukukan apresiasi 1,45%, sedangkan dolar Singapura menguat 0,23%.
Di sisi lain, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia sepanjang tahun ini, dengan depresiasi sekitar 7,03% terhadap dolar AS.
Mata uang lain yang juga masih mencatat pelemahan sejak awal tahun antara lain rupee India (-5,62%), baht Thailand (-4,98%), peso Filipina (-3,58%), dolar Taiwan (-2,46%), yen Jepang (-1,07%), dan ringgit Malaysia (-0,83%).













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
