Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang Korea Selatan (won) mencatat penguatan terbesar di kawasan Asia pada perdagangan Selasa (4/8/2026).
Sementara rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Gelombang Panas di Korea Selatan Menewaskan 16 Orang, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun
Mengutip data Reuters pada pukul 02.11 GMT, won Korea Selatan menguat 0,34% menjadi 1.424,60 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.429,50.
Sebaliknya, rupiah melemah 0,22% ke level Rp 18.020 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp 17.980 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia lainnya cenderung terbatas. Yen Jepang melemah 0,32% menjadi 157,67 per dolar AS, dolar Singapura turun tipis 0,04%, dolar Taiwan melemah 0,02%, baht Thailand turun 0,13%, ringgit Malaysia melemah 0,07%, dan yuan China terkoreksi 0,03%. Sementara itu, peso Filipina turun tipis 0,01% dan rupee India relatif tidak berubah.
Secara kumulatif sejak awal 2026, rupiah menjadi salah satu mata uang Asia dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS.
Baca Juga: Telegram Pulih, Aplikasi Kembali Muncul di Apple App Store
Data Reuters menunjukkan rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,49% dibandingkan posisi akhir 2025 di level Rp 16.670 per dolar AS.
Di sisi lain, won Korea Selatan justru menguat sekitar 1,05% sepanjang tahun berjalan. Yuan China juga menguat sekitar 3,40%, sementara dolar Singapura terapresiasi 0,24% terhadap dolar AS.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
