Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang Asia cenderung terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/7/2026).
Di antara mata uang kawasan, dolar Taiwan dan baht Thailand mencatat pelemahan harian paling besar.
Baca Juga: Ketegangan Dagang Memanas, China Ancam Balas Larangan Robot dari AS
Melansir Reuters berdasarkan data pukul 02.10 GMT, dolar Taiwan melemah 0,27% menjadi 32,453 per dolar AS, sementara baht Thailand turun 0,15% ke level 33,480 per dolar AS.
Rupiah juga berada di zona merah dengan pelemahan 0,08% ke posisi Rp 18.060 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 18.045 per dolar AS.
Sementara itu, yen Jepang turun tipis 0,04% ke level 163,450 per dolar AS, dolar Singapura melemah 0,06%, won Korea Selatan terkoreksi 0,04%, dan peso Filipina turun 0,01%.
Di sisi lain, hanya beberapa mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia naik 0,07% menjadi 4,084 per dolar AS, sedangkan yuan China menguat tipis 0,02% ke level 6,762 per dolar AS. Rupee India relatif tidak berubah.
Jika dihitung sejak awal 2026, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan, yakni sekitar 7,70% terhadap dolar AS.
Baca Juga: KPMG Australia Bantah Putuskan PHK 1.000 Karyawan usai Skandal Audit
Baht Thailand menyusul dengan penurunan sekitar 6,06%, diikuti rupee India yang melemah 6,04%, peso Filipina 4,21%, yen Jepang 4,16%, dan dolar Taiwan 3,13%.
Sebaliknya, yuan China masih menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan tahun ini setelah menguat sekitar 3,35% terhadap dolar AS.
Ringgit Malaysia juga relatif lebih stabil dengan pelemahan sekitar 0,69%, sementara dolar Singapura turun 0,31% dan won Korea Selatan melemah 0,53% sejak awal tahun.














