kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

Ketegangan Dagang Memanas, China Ancam Balas Larangan Robot dari AS


Kamis, 30 Juli 2026 / 09:28 WIB
Ketegangan Dagang Memanas, China Ancam Balas Larangan Robot dari AS
ILUSTRASI. Robot Humanoid China (REUTERS/Go Nakamura)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah China memperingatkan akan mengambil langkah balasan apabila Amerika Serikat (AS) tetap memberlakukan larangan impor terhadap robot dan inverter listrik baru asal China.

Melansir Reuters dalam pernyataannya pada Kamis (30/7/2026), Kementerian Perdagangan China menegaskan akan "melakukan retaliasi secara tegas" guna melindungi kepentingan nasional jika Washington bersikeras mengambil langkah sepihak.

Baca Juga: KPMG Australia Bantah Putuskan PHK 1.000 Karyawan usai Skandal Audit

Kementerian tersebut juga mendesak pemerintah AS segera mencabut kebijakan tersebut dan menghentikan apa yang disebutnya sebagai "tindakan yang keliru".

Menurut Beijing, kebijakan itu bersifat diskriminatif dan bertujuan menekan perusahaan serta produk-produk asal China.

Pernyataan itu muncul setelah Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat pada Selasa (28/7) mengumumkan serangkaian aturan yang bertujuan melindungi pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di AS dari ancaman terhadap keamanan nasional, sekaligus mendorong pemindahan kembali (reshoring) industri-industri strategis yang diperkirakan akan tumbuh pesat.

China menilai, FCC mengabaikan berbagai keberatan yang telah berulang kali disampaikan Beijing dan justru terus memperketat kebijakan pembatasan terhadap produk-produk asal Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Laporan Keuangan Meta: Free Cash Flow Ambles 91% Akibat Belanja AI

Kementerian Perdagangan China juga menuduh AS memperluas definisi keamanan nasional secara berlebihan untuk membenarkan kebijakan perdagangan yang restriktif.

Menurut Beijing, langkah tersebut merupakan bentuk distorsi pasar dan tindakan intimidasi sepihak yang mengabaikan kepentingan industri di kedua negara, baik China maupun Amerika Serikat.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×