Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - KPMG Australia menyatakan belum mengambil keputusan terkait kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK), setelah media lokal melaporkan perusahaan jasa audit tersebut berencana memangkas sekitar 1.000 posisi, atau sekitar 10% dari total tenaga kerjanya, menyusul skandal pelanggaran etik audit.
Laporan Australian Financial Review (AFR) pada Kamis (30/7/2026) menyebutkan rincian posisi yang akan dihapus telah disampaikan kepada sejumlah mitra perusahaan pada pekan ini.
Baca Juga: Bursa Asia Berusaha Bangkit Kamis (30/7) usai Ambruk, Sikap The Fed Bikin Galau
Menurut laporan tersebut, jajaran pimpinan juga meminta para mitra mendukung tim manajemen baru di Australia atau memilih meninggalkan perusahaan.
Namun, KPMG membantah bahwa keputusan tersebut telah ditetapkan.
"Kami sedang meninjau model operasional, struktur biaya, dan kebutuhan tenaga kerja. Penting untuk dicatat bahwa belum ada keputusan yang diambil terkait langkah-langkah tertentu maupun dampaknya terhadap posisi karyawan," kata juru bicara KPMG Australia.
Ia menambahkan, perusahaan masih mengevaluasi berbagai opsi untuk memastikan KPMG tetap berada pada posisi yang kuat dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Pekan ini, Chairman dan CEO global KPMG Bill Thomas bersama Chief Operating Officer Gary Wingrove berada di Australia untuk bertemu para mitra dan klien.
Baca Juga: Proposal Kontroversial FIFA Berpotensi Dongkrak Gaji Infantino hingga Rp1,16 T
KPMG Australia berada di bawah sorotan tajam pemerintah Australia dan sejumlah klien besar sejak muncul tuduhan dari pelapor internal (whistleblower) pada Maret lalu.
Perusahaan dituding menggunakan data rahasia milik klien untuk memenangkan kontrak audit bernilai besar.
Kasus tersebut melibatkan dugaan penyebaran data milik perusahaan properti Lendlease dan operator telekomunikasi Optus kepada staf yang sedang mengajukan penawaran pekerjaan audit untuk bank Westpac, perusahaan properti Dexus, dan perusahaan telekomunikasi terbesar Australia, Telstra.
Skandal itu telah memicu serangkaian pergantian pejabat senior, termasuk mundurnya ketua, CEO, dan kepala divisi audit.
Pekan lalu, KPMG menunjuk John Sams, yang sebelumnya merupakan mitra di divisi penasihat komersial dan transaksi, sebagai CEO baru.
Baca Juga: Sony Bidik Akuisisi Tamron, Incar Produsen Lensa Kamera Senilai US$ 1,18 Miliar
Selain menghadapi penyelidikan internal, KPMG Australia juga tengah diperiksa oleh pemerintah Australia, Australian Securities and Investments Commission (ASIC), Tax Practitioners Board, serta organisasi profesi Chartered Accountants ANZ.
Perusahaan juga masih dilarang mengikuti tender proyek baru pemerintah federal hingga September mendatang akibat skandal tersebut.














