Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (30/9/2026), sementara sejumlah mata uang Asia lainnya bergerak beragam.
Mengutip data Reuters pada pukul 02.05 GMT atau 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.900 per dolar AS, menguat 0,34% dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di Rp17.960 per dolar AS.
Baca Juga: Yield Obligasi Global Melonjak, Pasar Saham Relatif Bertahan pada September
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi. Yen Jepang menguat 0,35%, ringgit Malaysia naik 0,05%, yuan China menguat 0,03%, dan baht Thailand naik 0,03%.
Sementara itu, dolar Singapura melemah 0,02% dan dolar Taiwan turun 0,02%. Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang mengalami pelemahan cukup dalam, yakni 0,42% ke level 1.357,4 per dolar AS.
Peso Filipina juga melemah 0,21% menjadi 62,579 per dolar AS. Rupee India relatif stabil di 95,98 per dolar AS.
Meski rupiah menguat pada perdagangan hari ini, mata uang Garuda masih mencatat pelemahan secara kumulatif sepanjang 2026.
Berdasarkan data Reuters, rupiah berada di level Rp17.755 per dolar AS pada akhir 2025 dan telah melemah sekitar 6,11% sepanjang tahun berjalan.
Baca Juga: Impor Emas China Naik Tajam pada 2026, Padahal Jadi Produsen Terbesar Dunia
Tekanan terhadap rupiah sepanjang tahun ini juga lebih besar dibandingkan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Rupee India melemah 5,81%, peso Filipina turun 4,79%, baht Thailand terkoreksi 4,13%, sedangkan dolar Taiwan melemah 0,90%.
Di sisi lain, won Korea Selatan justru menguat 4,39% sepanjang 2026. Yuan China juga menguat 3,97%, dolar Singapura naik 1,16%, dan ringgit Malaysia menguat 0,75%.
Yen Jepang tercatat melemah 1,70% sepanjang tahun berjalan, dari 159,36 per dolar AS pada akhir 2025 menjadi sekitar 156,73 per dolar AS dalam perdagangan terbaru.














