kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.909   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.142   19,99   0,33%
  • KOMPAS100 797   3,23   0,41%
  • LQ45 609   1,15   0,19%
  • ISSI 214   1,76   0,83%
  • IDX30 337   0,12   0,04%
  • IDXHIDIV20 429   2,35   0,55%
  • IDX80 91   0,35   0,39%
  • IDXV30 116   1,02   0,89%
  • IDXQ30 110   0,35   0,32%

Boom AI Dorong Penggalangan Dana Saham Asia Menuju Rekor 2021


Rabu, 30 September 2026 / 09:52 WIB
Boom AI Dorong Penggalangan Dana Saham Asia Menuju Rekor 2021
ILUSTRASI. OECD-ECONOMY/ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Perusahaan di kawasan Asia-Pasifik berpotensi mencetak rekor baru dalam penggalangan dana melalui penerbitan saham dan obligasi konversi pada 2026.

Lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu pendorong utama aktivitas penghimpunan modal.

Mengutip Reuters Rabu (30/9/2026), perusahaan Asia-Pasifik telah menghimpun dana sebesar US$327,1 miliar melalui transaksi ekuitas sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.900 Rabu (30/9) Pagi, Mata Uang Asia Bergerak Variatif

Nilai tersebut melonjak 53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan data LSEG.

Rekor tahunan penggalangan dana melalui ekuitas di kawasan tersebut tercatat sebesar US$557,6 miliar pada 2021. Saat itu, nilai penerbitan hingga akhir September telah mencapai US$399,7 miliar.

James Wang, Head of Asia ex-Japan Equity Capital Markets Goldman Sachs mengatakan, nilai penerbitan diperkirakan dapat melampaui rekor 2021 pada akhir tahun.

"Pada akhir tahun, kami memperkirakan penerbitan akan melampaui 2021, yang merupakan rekor historis. Hal ini menunjukkan besarnya siklus penghimpunan modal yang terjadi seiring perkembangan AI," ujar Wang.

Menurut dia, AI masih akan menjadi salah satu pendorong volume transaksi pasar dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Baca Juga: Yield Obligasi Global Melonjak, Pasar Saham Relatif Bertahan pada September

Untuk melampaui rekor 2021, perusahaan Asia-Pasifik perlu menghimpun tambahan sekitar US$230,6 miliar pada kuartal IV-2026. Nilai tersebut sekaligus akan menjadi rekor penggalangan dana dalam satu kuartal apabila terealisasi.

Sejumlah transaksi besar telah masuk dalam pipeline. Di antaranya perusahaan infrastruktur AI asal Australia Firmus, operator pusat data asal Singapura DayOne, serta produsen chip memori flash China Yangtze Memory Technologies Co.

Ketiganya berpotensi menghimpun dana sekitar US$5 miliar masing-masing.

Data Dealogic menunjukkan, penawaran umum perdana saham (IPO) dan pencatatan saham baru di Asia-Pasifik yang dijadwalkan hingga akhir tahun berpotensi menghimpun sekitar US$10,4 miliar.

Nilai tersebut mencakup IPO Mynt di Filipina yang ditargetkan mencapai US$1,3 miliar serta rights issue Samsung Biologics di Korea Selatan senilai sekitar US$2,2 miliar.

Reliance Jio Platforms, unit digital Reliance Industries, juga telah memperoleh persetujuan untuk melakukan IPO di Mumbai dengan potensi penghimpunan dana sekitar US$3,8 miliar.

Sementara itu, Deloitte China memperkirakan masih ada tiga hingga empat aksi pencatatan saham skala besar di Hong Kong hingga akhir tahun. Masing-masing transaksi diperkirakan bernilai sedikitnya HK$10 miliar atau sekitar US$1,3 miliar.

Baca Juga: Impor Emas China Naik Tajam pada 2026, Padahal Jadi Produsen Terbesar Dunia

AI Jadi Penggerak

Lonjakan kebutuhan modal tersebut tidak terlepas dari ekspansi infrastruktur AI, mulai dari pengembangan chip, pusat data hingga sistem kelistrikan.

Data LSEG menunjukkan perusahaan teknologi tinggi telah menghimpun US$125,8 miliar sepanjang tahun ini atau sekitar 38% dari total transaksi ekuitas Asia-Pasifik. Nilai tersebut lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Aktivitas penggalangan dana juga terlihat kuat pada kuartal III. Produsen chip asal Korea Selatan SK Hynix menghimpun US$26,5 miliar melalui penjualan saham di Nasdaq.

Sementara perusahaan peralatan jaringan optik China Zhongji Innolight meraih US$7,8 miliar melalui aksi korporasi di Hong Kong.

Namun, derasnya pasokan saham baru mulai membuat investor semakin selektif.

Kenneth Chow, Head of ECM Origination and Products Asia-Pacific Citigroup mengatakan, terdapat sejumlah tanda kehati-hatian investor setelah tingginya pasokan transaksi.

Baca Juga: PMI Manufaktur China Naik ke 52,1 pada September, Tertinggi Lima Bulan

Meski demikian, pasar masih terbuka bagi perusahaan yang menawarkan valuasi dan ketentuan transaksi yang lebih menarik.

"Kami melihat beberapa tanda" kehati-hatian investor setelah derasnya pasokan transaksi. Namun, pasar masih terbuka dan perusahaan tetap dapat menghimpun dana selama menawarkan ketentuan yang lebih masuk akal dibandingkan dua atau tiga bulan lalu, ujar Chow.

Aaron Oh, Co-Head of Equity Capital Markets Asia-Pacific UBS mengatakan, likuiditas di pasar masih memadai untuk mendukung aksi korporasi.

Menurut dia, investor masih bersedia mendanai perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan dan dapat menunjukkan eksposur pendapatan yang nyata terhadap pembangunan ekosistem AI, bukan sekadar mengandalkan narasi AI.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×