kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.847   27,00   0,16%
  • IDX 8.361   -34,78   -0,41%
  • KOMPAS100 1.176   -7,21   -0,61%
  • LQ45 845   -2,78   -0,33%
  • ISSI 298   -1,79   -0,60%
  • IDX30 444   -0,66   -0,15%
  • IDXHIDIV20 531   0,13   0,02%
  • IDX80 131   -0,64   -0,49%
  • IDXV30 144   -0,75   -0,52%
  • IDXQ30 143   0,08   0,06%

Perang Dagang Memanas, China Kontrol Ekspor Terhadap 20 Entitas Jepang


Selasa, 24 Februari 2026 / 12:37 WIB
Perang Dagang Memanas, China Kontrol Ekspor Terhadap 20 Entitas Jepang
ILUSTRASI. Pelabuhan peti kemas di China


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China telah melarang ekspor barang-barang dwiguna ke 20 entitas Jepang yang dianggap jadi pemasok bagi militer Jepang. Hal tersebut  diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China pada Selasa (24/2/2026).

Langkah ini menargetkan unit-unit konglomerat industri besar Jepang seperti divisi pembuatan kapal dan mesin pesawat terbang Mitsubishi Heavy Industries, kata Kementerian Perdagangan seperti dikutip Reuters, tanpa menyebutkan barang-barang yang dikontrol.

Pembatasan tersebut bertujuan untuk mengekang "remiliterisasi" dan ambisi nuklir Jepang, kata kementerian tersebut, menambahkan bahwa organisasi dan individu di luar negeri juga dilarang mentransfer barang-barang dwiguna asal China ke entitas yang terdaftar.

Perusahaan dapat mengajukan permohonan untuk menjual ke entitas yang terdaftar dalam "keadaan khusus" yang mengharuskan mereka untuk mengekspor, kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Malaysia Pantau Ketat Tarif AS, Anwar: Tak Ingin Ambil Keputusan Terburu-buru

China telah meyakinkan bahwa entitas yang beroperasi "dengan itikad baik" tidak perlu khawatir, dan bahwa langkah-langkah yang diumumkan tidak akan memengaruhi pertukaran ekonomi dan perdagangan normal antara kedua negara.

Kementerian Perdagangan China juga menambahkan 20 entitas Jepang lainnya, termasuk Subaru Corp, Itochu Aviation, dan Mitsubishi Materials Corp, ke dalam daftar pantauan, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dapat memverifikasi pengguna akhir atau penggunaan akhir dari barang-barang dwiguna entitas tersebut.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, perusahaan yang mengekspor ke entitas-entitas tersebut harus mengajukan izin ekspor individual untuk barang-barang dwiguna dan memberikan komitmen tertulis bahwa barang-barang tersebut tidak akan berkontribusi pada peningkatan kemampuan militer Jepang.

Tidak satu pun dari perusahaan Jepang yang terkena dampak yang dihubungi oleh Reuters memberikan komentar langsung mengenai langkah-langkah perdagangan tersebut. 

Reaksi pasar di Tokyo beragam, dengan saham Subaru turun 3,7% sementara saham Mitsubishi Materials naik 3% dan saham Mitsubishi Heavy turun 3,5%.

Selanjutnya: Kredit Perbankan Tumbuh 10,2% Jadi Rp 8.416 Triliun pada Januari 2026

Menarik Dibaca: Hemat Biaya Mudik 2026, Promo Tiket.com Tawarkan Diskon Bus hingga 50%




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×