kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Beijing Kecewa Berat! Eropa Mau Batasi Investasi, China Ancam ‘Tutup Pintu’


Kamis, 14 Mei 2026 / 03:03 WIB
Diperbarui Kamis, 14 Mei 2026 / 03:05 WIB
Beijing Kecewa Berat! Eropa Mau Batasi Investasi, China Ancam ‘Tutup Pintu’
ILUSTRASI. Beijing mengaku “sangat kecewa” dengan rencana Eropa yang akan membatasi investasi dari China. (DOK/Wikipedia.org)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Beijing mengaku “sangat kecewa” dengan rencana Eropa yang akan membatasi investasi dari China. Hal itu disampaikan diplomat China, Qu Xun, dalam sebuah konferensi di Madrid pada Rabu (13/5/2026). Ia memperingatkan bahwa kebijakan semacam itu bisa mendorong China untuk “menutup pintunya” bagi Eropa.

Melansir Reuters, dalam pernyataan publik yang tergolong tidak biasa untuk seorang pejabat China, Qu—perwakilan komersial Kedutaan Besar China di Spanyol—mengatakan bahwa kontrol, pembatasan, dan sanksi dari Eropa terhadap China dalam tiga bulan terakhir membuat pihaknya sangat kecewa.

“Langkah-langkah semacam itu mendorong kami ke sudut, memaksa kami bereaksi dan menutup pintu. Ini mengubah mentalitas China,” ujarnya. 

Qu menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara panel dalam sebuah acara di IESE Business School, Madrid. Ia menambahkan bahwa China selama ini selalu memandang Eropa sebagai kawasan dengan “pikiran terbuka”.

Saat ini Parlemen Eropa masih berada pada tahap awal pembahasan legislasi yang akan menetapkan aturan ketat terkait kontrol dan kepemilikan manufaktur di sektor industri strategis (critical industries) di Uni Eropa, serta membatasi pemasok “berisiko tinggi” dalam sektor keamanan siber (cybersecurity). Kebijakan tersebut memicu ketidakpuasan Beijing.

Baca Juga: Perang Iran Bikin Trump Terjepit, Kini Minta Tolong China

China mendorong agar sejumlah ketentuan kunci dalam aturan manufaktur baru tersebut, seperti persyaratan asal barang, pengadaan (procurement), serta syarat teknologi, dihapus. Selain itu, Beijing juga meminta agar definisi “berisiko tinggi” dalam aturan keamanan siber diperlonggar.

Dorongan Eropa untuk lebih mandiri muncul ketika China dan Amerika Serikat berupaya memperbaiki hubungan dagang. Presiden AS Donald Trump tiba di Beijing pada Rabu (13/5), didampingi rombongan CEO perusahaan-perusahaan besar yang ingin menyelesaikan berbagai persoalan bisnis dengan China.

Para CEO Eropa dan AS telah lama mengkritik meningkatnya ekspor dari perusahaan-perusahaan China yang disubsidi pemerintah, yang dianggap tidak adil. Mereka juga mendesak agar akses pasar di China diperluas, mengingat beberapa sektor masih dibatasi untuk investor asing.

Tonton: Donald Trump Temui Xi Jinping, Bos Teknologi AS Ikut Mendampingi Berunding

“Kami tahu perusahaan-perusahaan Eropa banyak mengeluh soal sulitnya akses pasar di China. Itu benar. Dunia ini kejam,” kata Qu. “Kita perlu terbiasa dengan lingkungan bisnis masing-masing negara... tetapi kita harus menghormati aturan.”

Tabel: Mengapa China Tidak Mudah Menekan Iran?

Alasan China Enggan Menekan Iran Penjelasan
Iran sekutu strategis Penyeimbang pengaruh AS di Timur Tengah
Pembeli minyak Iran terbesar China diuntungkan dari pasokan energi
Konflik mengalihkan fokus AS Perhatian AS pindah dari Indo-Pasifik
Risiko kehilangan leverage regional Tekan Iran terlalu keras bisa merusak hubungan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×