Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (29/7/2026).
Di antara mata uang kawasan, dolar Taiwan melemah ke level terendah dalam lebih dari satu tahun, sementara rupiah menembus level psikologis Rp 18.100 per dolar AS.
Mengutip Reuters, hingga pukul 02.06 GMT, rupiah diperdagangkan di Rp 18.105 per dolar AS, melemah 0,28% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 18.055 per dolar AS.
Baca Juga: Nikkei Jepang Masih Labil usai Anjlok Rabu (29/7), Saham AI dan Chip Jadi Sorotan
Pelemahan tersebut membuat rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia sepanjang tahun ini. Sejak awal 2026, rupiah telah terdepresiasi sekitar 7,93% terhadap dolar AS.
Sementara itu, dolar Taiwan juga berada di bawah tekanan dan diperdagangkan di 32,495 per dolar AS, melemah 0,34% dibandingkan hari sebelumnya.
Sepanjang tahun berjalan, mata uang Taiwan telah turun sekitar 3,25% terhadap dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia lainnya cenderung beragam. Yen Jepang menguat 0,07% ke 163,70 per dolar AS, sedangkan baht Thailand naik 0,07% ke 33,53 per dolar AS. Ringgit Malaysia juga menguat 0,10% menjadi 4,085 per dolar AS.
Baca Juga: KOSPI Bangkit Hampir 1,5% Rabu (29/7) Usai Anjlok 10%, Saham Chip Pimpin Penguatan
Di sisi lain, dolar Singapura melemah 0,02% ke 1,293 per dolar AS, won Korea Selatan turun 0,04% ke 1.454,7 per dolar AS, peso Filipina melemah 0,20% ke 61,563 per dolar AS, dan yuan China turun tipis 0,03% ke 6,773 per dolar AS.
Secara kumulatif sejak awal tahun, mayoritas mata uang Asia masih mencatat pelemahan terhadap dolar AS.
Selain rupiah, baht Thailand telah turun 6,20%, rupee India melemah 6,24%, yen Jepang terkoreksi 4,31%, dan peso Filipina turun 4,49%.
Berbeda dengan mata uang lainnya, yuan China justru masih mencatat penguatan sekitar 3,17% terhadap dolar AS dibandingkan posisi akhir 2025.














