Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang Nikkei bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (29/7/2026), seiring aksi beli saat harga murah (buy on dip) yang diimbangi sikap hati-hati investor menjelang rilis laporan keuangan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) serta perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, indeks Nikkei turun tipis 0,04% ke level 62.337,37 setelah sempat bergerak naik dan turun sepanjang sesi. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, naik 0,33% menjadi 3.976,55.
Baca Juga: KOSPI Bangkit Hampir 1,5% Rabu (29/7) Usai Anjlok 10%, Saham Chip Pimpin Penguatan
Pada perdagangan Selasa (28/7), Nikkei anjlok lebih dari 4% ke level terendah dalam dua bulan akibat aksi jual saham-saham semikonduktor.
Analis ekuitas Nomura Securities, Maki Sawada, mengatakan pergerakan pasar pada Rabu masih akan sangat dipengaruhi oleh saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
"Meski tidak ada katalis khusus, Nikkei berpotensi mengalami pergerakan intraday yang cukup lebar karena saham-saham AI dan saham berharga tinggi menjadi lebih volatil menjelang pengumuman kinerja keuangan. Pola ini kemungkinan masih akan berlanjut hari ini," ujarnya.
Baca Juga: China Suntik Dana Jumbo ke Pasar, PBOC Injeksi 806,5 Miliar Yuan
Mayoritas saham terkait AI diperdagangkan melemah. Saham Murata Manufacturing merosot hampir 10%, Tokyo Electron turun 6,19%, sedangkan SoftBank Group kehilangan 5,75%.
Pergerakan Nikkei juga mengikuti sentimen dari pasar global, terutama indeks KOSPI Korea Selatan dan Philadelphia Semiconductor Index di AS.
KOSPI melemah setelah SK Hynix membukukan lonjakan laba kuartalan yang kuat, namun hasil tersebut masih di bawah ekspektasi investor.
Di AS, indeks saham semikonduktor Philadelphia turun hampir 4,5% pada perdagangan Selasa.
Baca Juga: Mengenal FIFA Forward Enterprise, Anak Usaha Baru FIFA Bernilai US$20 Miliar
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi AS. Microsoft dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada Rabu, disusul Amazon pada Kamis.
Di Jepang, Advantest, produsen peralatan pengujian chip yang memiliki bobot besar dalam perhitungan Nikkei, juga akan mengumumkan laporan keuangan setelah penutupan perdagangan.
Sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah militer AS menyatakan berhasil mencegat beberapa rudal balistik yang diluncurkan Iran ke arah pasukan AS di kawasan tersebut.
Di sisi lain, harga minyak naik lebih dari US$ 2 per barel pada awal perdagangan setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS menyusut.
Di antara saham-saham yang menguat, Keyence melonjak hingga 15,42% dan menjadi penguat terbesar di Nikkei setelah perusahaan otomasi pabrik tersebut membukukan kinerja keuangan yang solid.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 3% Rabu (29/7) Pagi, OPEC+ & Stok AS Jadi Penopang Utama
Saham Konami naik 8,81%, sementara produsen kosmetik Shiseido menguat 5,41%.
Secara keseluruhan, terdapat 135 saham yang menguat dan 89 saham yang melemah di bursa.
Sementara itu, saham perusahaan yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Prefektur Kumamoto, seperti Aeon dan Nippon Paper Industries, menunjukkan reaksi yang terbatas di pasar.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan gempa tersebut telah menewaskan sedikitnya 13 orang, sementara tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.














