kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.112   16,00   0,09%
  • IDX 6.039   -91,61   -1,49%
  • KOMPAS100 789   -11,01   -1,38%
  • LQ45 602   -6,41   -1,05%
  • ISSI 209   -3,04   -1,44%
  • IDX30 339   -2,88   -0,84%
  • IDXHIDIV20 421   -2,26   -0,53%
  • IDX80 90   -1,13   -1,24%
  • IDXV30 115   -0,96   -0,83%
  • IDXQ30 109   -0,68   -0,62%

Mengenal FIFA Forward Enterprise, Anak Usaha Baru FIFA Bernilai US$20 Miliar


Rabu, 29 Juli 2026 / 09:05 WIB
Mengenal FIFA Forward Enterprise, Anak Usaha Baru FIFA Bernilai US$20 Miliar
ILUSTRASI. Piala Dunia 2026 (REUTERS/John Sibley)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - FIFA tengah menyiapkan perubahan besar dalam model bisnisnya melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah anak usaha baru yang diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$20 miliar atau sekitar Rp361 triliun.

Perusahaan tersebut akan menangani berbagai aktivitas komersial dan operasional turnamen di bawah naungan FIFA, termasuk Piala Dunia.

Untuk menghimpun modal baru, FIFA juga berencana menawarkan hingga sekitar 20% saham minoritas FFE kepada investor eksternal.

Meski membuka peluang investasi, FIFA menegaskan pembentukan FFE tidak akan mengubah kendalinya atas Piala Dunia maupun tata kelola sepak bola dunia.

Baca Juga: Surat Gianni Infantino untuk Argentina Bocor, Perkuat Tudingan FIFA Tak Netral

FIFA Forward Enterprise Jadi Anak Usaha Baru FIFA

Secara umum, FIFA Forward Enterprise atau FFE merupakan anak usaha yang akan dibentuk FIFA untuk mengonsolidasikan seluruh aktivitas komersial dan operasional penyelenggaraan turnamen internasional.

Menurut FIFA, perusahaan tersebut akan mengelola berbagai kegiatan bisnis organisasi, mulai dari hak komersial, sponsor, hingga operasional penyelenggaraan berbagai kompetisi FIFA.

Namun, FFE bukanlah badan yang mengambil alih fungsi FIFA sebagai regulator sepak bola dunia.

FIFA menegaskan tetap memegang kendali penuh atas seluruh keputusan yang berkaitan dengan regulasi, kalender pertandingan internasional, penyelenggaraan kompetisi, hingga aspek olahraga lainnya.

Baca Juga: FIFA Bantah Isu Match Fixing di Piala Dunia 2026, Ini Pernyataan Resminya

Apa Perbedaan FIFA dan FIFA Forward Enterprise?

Pembentukan FFE dilakukan agar pengelolaan bisnis dan fungsi pengaturan sepak bola dapat berjalan secara terpisah.

Jika dijabarkan, pembagian tugas keduanya dapat dilihat sebagai berikut.

FIFA FIFA Forward Enterprise (FFE)
Menetapkan regulasi sepak bola Mengelola aktivitas komersial
Menentukan kalender pertandingan Menangani operasional turnamen
Mengawasi penyelenggaraan kompetisi Mengembangkan peluang bisnis FIFA
Mengambil keputusan olahraga Mengelola hak komersial dan pemasaran

Dengan struktur tersebut, FIFA berharap aktivitas bisnis organisasi dapat berkembang tanpa memengaruhi kewenangannya sebagai badan pengatur sepak bola dunia.

FIFA mengungkapkan proses pencarian investor dilakukan bersama JPMorgan.

Salah satu nama yang disebut akan memimpin kelompok investor adalah Thrive Eternal, perusahaan investasi yang didirikan Joshua Kushner melalui Thrive Capital. 

Selain itu, mantan CEO Liberty Media Greg Maffei turut dilibatkan sebagai penasihat komersial.

Baca Juga: Pajak AS Bisa Pangkas Hadiah Juara Piala Dunia Spanyol hingga Rp268,5 Miliar

Alasan Pembentukan FFE

FIFA menyebut pembentukan FFE sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pendanaan pengembangan sepak bola global.

Mengutip Reuters, FIFA berencana melepas sekitar 20% saham kepada investor melalui perusahaan ini.

Dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US$20 miliar, langkah tersebut berpotensi menghasilkan dana hingga sekitar US$4,2 miliar atau sekitar Rp75,9 triliun.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan dana yang dihimpun tidak akan dibagikan sebagai keuntungan, melainkan dikembalikan untuk mendukung perkembangan sepak bola di seluruh dunia.

Melalui skema tersebut, setiap asosiasi anggota FIFA berpeluang memperoleh pendanaan hingga US$20 juta untuk membangun infrastruktur dan segala hal terkait sepak bola domestik.

FIFA juga menyebut nilai bantuan tersebut dapat meningkat menjadi US$24 juta pada siklus pendanaan 2035-2038.

Hingga saat ini, FIFA Forward Enterprise belum resmi dibentuk.

Sebelum mulai beroperasi, proposal pembentukan FFE harus memperoleh dukungan mayoritas dari 211 asosiasi anggota FIFA serta mendapat persetujuan dari FIFA Council.

Baca Juga: 20 Pemain Termahal Dunia Setelah Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Samai Haaland


Tag


TERBARU

[X]
×