kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.105   70,00   0,39%
  • IDX 6.173   -13,13   -0,21%
  • KOMPAS100 806   -1,29   -0,16%
  • LQ45 612   -0,54   -0,09%
  • ISSI 213   -0,42   -0,20%
  • IDX30 345   -0,26   -0,07%
  • IDXHIDIV20 427   -0,18   -0,04%
  • IDX80 92   -0,09   -0,09%
  • IDXV30 117   0,28   0,24%
  • IDXQ30 110   -0,04   -0,04%

Bursa Jepang Tertekan Selasa (28/7), Nikkei Ambles 3% Akibat Aksi Jual Saham Chip


Selasa, 28 Juli 2026 / 08:19 WIB
Bursa Jepang Tertekan Selasa (28/7), Nikkei Ambles 3% Akibat Aksi Jual Saham Chip
ILUSTRASI. JAPAN-STOCKS (AFP/PHILIP FONG)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Jepang, Nikkei, merosot lebih dari 3% pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

Pelemahan dipicu aksi jual saham-saham semikonduktor menyusul penurunan saham produsen chip di Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Mengutip Reuters, hingga pukul 00.34 GMT, indeks Nikkei turun 3,59% ke level 62.599,14. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, melemah 2,44% menjadi 3.966,87.

Baca Juga: Indeks KOSPI Terjun 7% di Pagi Ini, Didorong Aksi Jual Terhadap Saham Chip Global

Analis senior Daiwa Securities Daisuke Hashizume mengatakan, pelemahan pasar kali ini tidak mencerminkan aksi jual secara menyeluruh atau meningkatnya sentimen menghindari risiko (risk-off).

"Ini bukan aksi jual secara luas. Investor cenderung berhati-hati membeli saham menjelang rilis laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat dan Jepang. Masih banyak ketidakpastian di pasar," ujarnya.

Sentimen negatif datang dari pasar Amerika Serikat setelah saham Nvidia ditutup turun 4,9% pada perdagangan Senin.

Indeks Philadelphia Semiconductor Index juga memperpanjang pelemahannya dengan turun 2,2%.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (28/7) Pagi, Brent ke US$ 87,82 & WTi ke US$ 81,95

Meski masih menguat sekitar 63% sepanjang 2026, indeks semikonduktor tersebut kini telah terkoreksi sekitar 21% dari rekor penutupan tertingginya pada 22 Juni lalu.

Tekanan juga terlihat di kawasan Asia. Indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, tercatat anjlok sekitar 7% pada awal perdagangan Selasa.

Pergerakan Nikkei belakangan memang banyak dipengaruhi oleh saham-saham teknologi di Korea Selatan serta kinerja Philadelphia Semiconductor Index di Amerika Serikat.

Di Jepang, saham-saham semikonduktor mencatat penurunan tajam. Saham Advantest merosot 7,52%, sedangkan Tokyo Electron turun 8,84%.

Saham sektor perbankan yang sebelumnya menguat karena ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) juga ikut tertekan. Saham Mitsubishi UFJ Financial Group dan Sumitomo Mitsui Financial Group masing-masing turun hampir 3%.

Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Efek Tokyo, sekitar 64% mengalami penurunan, 31% menguat, dan sisanya bergerak stagnan.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×