kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.047   -54,18   -0,89%
  • KOMPAS100 789   -6,08   -0,76%
  • LQ45 596   -2,88   -0,48%
  • ISSI 210   -1,53   -0,72%
  • IDX30 336   -1,58   -0,47%
  • IDXHIDIV20 411   -1,23   -0,30%
  • IDX80 89   -0,70   -0,78%
  • IDXV30 111   0,16   0,15%
  • IDXQ30 108   -0,12   -0,11%

Bursa Asia Bergerak Fluktuatif Rabu (24/6), Setelah Aksi Jual Saham Teknologi Global


Rabu, 24 Juni 2026 / 09:11 WIB
Bursa Asia Bergerak Fluktuatif Rabu (24/6), Setelah Aksi Jual Saham Teknologi Global
ILUSTRASI. JAPAN-STOCKS (AFP/PHILIP FONG)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (24/6/2026) setelah aksi jual besar-besaran saham teknologi dan semikonduktor mengguncang pasar global sehari sebelumnya.

Analis memperingatkan risiko volatilitas pasar masih tinggi di tengah ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat (AS) dan valuasi sektor kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Dolar AS Sentuh Puncak 13 Bulan Rabu (24/6), Ditopang Spekulasi Suku Bunga The Fed

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun tipis 0,02%. Di Korea Selatan, indeks KOSPI yang sempat anjlok 10% pada Selasa (23/6), bangkit dengan kenaikan 2,2%. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang bergerak naik turun dan terakhir melemah 0,8%.

Analis Moomoo Securities Australia Michael McCarthy menilai, pergerakan pasar dalam sepekan terakhir menunjukkan kondisi yang tidak stabil.

"Pergerakan pasar dalam tujuh hari perdagangan terakhir cukup mengkhawatirkan, bukan hanya saat turun tetapi juga saat naik. Ketika pasar bergerak terlalu cepat ke dua arah, itu menjadi tanda adanya ketidakstabilan," ujarnya.

Baca Juga: KOSPI Korsel Melonjak 4% Rabu (24/6) Pagi, Saham Samsung dan SK Hynix Pimpin Rebound

Saham Teknologi Masih Tertekan

Sentimen penghindaran risiko (risk-off) menyelimuti pasar global setelah aksi jual saham teknologi di Wall Street.

Investor mulai mempertanyakan besarnya belanja AI yang dibiayai utang oleh perusahaan teknologi besar, sementara ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve turut membebani sentimen.

Pada perdagangan Selasa waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,09%, sementara S&P 500 melemah 1,4% dan Nasdaq Composite merosot 2,2%.

Di tengah tekanan pasar saham, investor memburu obligasi pemerintah AS sehingga imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 1,41 basis poin menjadi 4,493%.

Baca Juga: Samsung Siapkan Buyback 90 Triliun Won, Usai Sepakati Bonus Saham Karyawan'

Harga Minyak Dekati Level Terendah Empat Bulan

Di pasar komoditas, harga minyak melanjutkan pelemahan dan bertahan di dekat level terendah empat bulan.

Penurunan dipicu harapan pulihnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz setelah sejumlah kapal tanker yang sebelumnya tertahan mulai kembali beroperasi.

Meski demikian, pasar masih mencermati keberlanjutan kesepakatan damai antara AS dan Iran. Kedua negara masih menyampaikan versi berbeda terkait sejumlah poin penting dalam perundingan, termasuk inspeksi program nuklir Iran dan pengelolaan Selat Hormuz.

Baca Juga: Prospek Pasokan Global Membaik, Harga Minyak Dunia Dekati Level Terendah Empat Bulan

Yen Masih Tertekan

Di pasar valuta asing, yen Jepang bertahan di dekat level terlemahnya dalam hampir 40 tahun terhadap dolar AS, yakni 161,57 per dolar.

Kondisi ini terus memicu spekulasi kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menopang mata uangnya.

Ringkasan rapat kebijakan Bank of Japan yang dirilis Rabu menunjukkan beberapa anggota dewan mengusulkan kenaikan suku bunga lebih lanjut setelah bank sentral menaikkan suku bunga acuannya ke level 1% pada bulan ini, tertinggi dalam 31 tahun.

Sementara itu, indeks dolar AS bertahan di level 101,43 atau mendekati posisi tertinggi dalam satu tahun terakhir. Euro melemah ke US$ 1,1375, sedangkan poundsterling turun ke US$ 1,3192.

Baca Juga: Emas Spot Sentuh Level Terendah Sejak 11 Juni Rabu (24/6), Dolar AS Jadi Penekan

Emas Melemah, Kripto Menguat

Harga emas spot turun 0,48% menjadi US$ 4.088,71 per ons troi. Kenaikan ekspektasi suku bunga AS mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sebaliknya, aset kripto bergerak menguat. Bitcoin naik 0,84% ke US$ 62.914,94, sementara Ethereum menguat 0,43% menjadi US$ 1.669,35.




TERBARU

[X]
×