Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (24/6/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Investor juga mencermati sinyal yang saling bertentangan terkait perkembangan perundingan damai antara AS dan Iran.
Baca Juga: Inflasi Sektor Jasa Jepang Bertahan 3,3%, Sinyal BoJ Bakal Naikkan Suku Bunga Lagi
Berdasarkan data Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$4.087,68 per ons troi pada pukul 01.16 GMT. Logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 11 Juni 2026.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,1% menjadi US$4.105,40 per ons troi.
Pelemahan emas terjadi setelah indeks dolar AS menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Dari sisi geopolitik, pasar masih mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu.
Baca Juga: Petronas Temukan Cadangan Migas Baru di Lepas Pantai Suriname
Namun, pemerintah Iran membantah telah memberikan konsesi tersebut dalam proses negosiasi, sehingga menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan kesepakatan damai yang masih rapuh.
Di sisi lain, pelaku pasar kini memperkirakan adanya tiga kali kenaikan suku bunga The Fed sepanjang tahun ini, berdasarkan data CME FedWatch Tool.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Investor saat ini menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pada Kamis (25/6).
Data yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,1% menjadi US$61,36 per ons troi. Harga platinum melemah 0,9% menjadi US$1.637,34 per ons troi, sedangkan paladium turun 1,2% ke level US$1.223,29 per ons troi.
Baca Juga: YouTube Selesaikan Kasus Terkait Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Anak
Sementara itu, Dubai Gold & Commodities Exchange berencana meluncurkan kontrak emas dengan penyelesaian transaksi pada hari yang sama (same-day settlement) guna memanfaatkan meningkatnya permintaan aset safe haven dan memperkuat likuiditas pasar emas di Dubai.
Di Afrika, Ghana Gold Board juga mengumumkan penyesuaian mekanisme penetapan harga emas yang akan mengacu pada standar internasional London Bullion Market Association mulai 1 Juli 2026, disertai pembatasan harga pembelian untuk memperketat disiplin pasar dan mengurangi praktik perdagangan yang tidak wajar.














