Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan anjlok karena aksi jual global pada produsen chip membebani saham teknologi kelas berat, tertekan oleh kekhawatiran atas semakin ketatnya persaingan dari China dan penurunan tajam saham SK Hynix yang terdaftar di AS.
Selasa (28/7/2026) pukul 08.00 WIB, indeks acuan KOSPI turun 500,47 poin atau 7,41%, menjadi 6.253,81, mendorong aktivasi pembatasan perdagangan "sidecar" pada indeks KOSPI dan indeks Kosdaq, untuk sementara menangguhkan perdagangan.
Tekanan pada indeks Kospi datang setelah saham pembuat chip memori SK Hynix merosot 10% usai American Depositary Receipts (ADRs) jatuh ke rekor terendah di New York dan turun di bawah harga penawaran awal di AS.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (28/7) Pagi, Brent ke US$ 87,82 & WTi ke US$ 81,95
Di saat yang sama, saham Samsung Electronics, konstituen indeks utama lainnya, turun 9,15%.
Kedua pembuat chip ini bersama-sama menyumbang lebih dari separuh bobot KOSPI, sehingga memperkuat dampak aksi jual di seluruh sektor terhadap pasar yang lebih luas.
Sentimen pasar semakin diredam oleh perkembangan di China, termasuk debut pasar untuk saham blockbuster, ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan laporan bahwa sebuah perusahaan yang didukung pemerintah China mulai memproduksi peralatan litografi DUV.
“Kekhawatiran pasar tidak terletak pada pendapatan CXMT saat ini dan lebih pada potensinya untuk mempercepat perluasan kapasitas untuk menyaingi perusahaan Korea dan pengembangan teknologi setelah IPO,” kata Kim Seok-hwan, analis pasar di Mirae Asset Securities yang berbasis di Seoul.














