Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan melonjak lebih dari 2% ke level tertinggi sejak akhir Februari 2026 karena harapan akan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang. Kenaikan di pasar saham Korea Selatan juga didorong oleh lonjakan saham produsen chip setelah pendapatan yang menggembirakan dari perusahaan Taiwan, TSMC.
Kamis (16/4/2026), indeks acuan KOSPI ditutup naik 134,66 poin atau 2,21% ke 6.226,05, level penutupan tertinggi sejak 27 Februari.
Indeks kembali ke level yang terlihat sebelum perang Iran pecah. Pada 26 Februari, indeks mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di 6.307,27.
"Pasar melihat skenario yang mungkin terjadi bahwa ketidakpastian geopolitik seputar perang Iran akan mereda atau terselesaikan," kata Lee Kyoung-min, analis di Daishin Securities seperti dikutip dari Reuters.
Baca Juga: Indeks Nikkei Melesat ke Rekor Tertinggi, Ditopang Peluang Perdamaian di Timur Tengah
Amerika Serikat menyatakan optimisme pada hari Rabu tentang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sambil juga memperingatkan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika tetap menentang.
Kamis (16/4/2026), TSMC cetak lonjakan laba kuartal pertama sebesar 58% — mencapai rekor tertinggi yang jauh melampaui perkiraan pasar.
Hal tersbeut membuat saham produsen chip Korea Selatan, Samsung Electronics ditutup naik 3,08%, tertinggi sejak 26 Februari. Sementara, pesaingnya, SK Hynix, naik 1,67% — mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Saham produsen baterai, LG Energy Solution, naik 1,96%, dan saham Hyundai Motor dan perusahaan saudaranya, Kia Corp, masing-masing naik 5,12% dan 4,22%.
Dari total 905 saham yang diperdagangkan, 657 saham naik, sementara 207 saham turun.
Investor asing melakukan pembelian bersih saham senilai 464,4 miliar won (US$ 315,43 juta).
Baca Juga: Laba TSMC Meroket 58%, Mencapai Rekor di T$ 572,5 Miliar
Nilai tukar won tercatat 1.473,1 per dolar di platform penyelesaian onshore, 0,16% lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 1.475,5.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tiga tahun yang paling likuid naik 1 basis poin menjadi 3,341%, sementara imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik 2,5 basis poin menjadi 3,677%. (US$ 1 = 1.472,2600 won)













