Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan anjlok pada hari ini, dengan indeks acuan memicu penghentian perdagangan sementara (circuit breaker), karena saham produsen chip merosot akibat keraguan apakah pendapatan rekor yang terkait dengan AI dapat bertahan.
Selasa (7/7/2026), indeks acuan KOSPI ditutup turun 395,02 poin, atau 4,9%, pada 7.656,31, setelah sebelumnya ambles 8,2% pada sesi ini. Penurunan tersebut membuat indeks turun 16% dari penutupan rekornya pada 22 Juni di 9.114,55, meskipun tetap naik 82% hingga saat ini di sepanjang tahun ini.
Ini adalah kali keenam mekanisme penghentian perdagangan (circuit breaker) diaktifkan pada indeks tahun ini selama volatilitas tinggi di saham semikonduktor, dan kali ke-12 dalam sejarah.
Tekanan pada bursa saham Korea Selatan terjadi setelah saham produsen chip Samsung Electronics dan SK Hynix memimpin aksi jual, masing-masing berakhir turun 6,9% dan 6,1%, setelah keduanya turun lebih dari 10% dalam perdagangan intraday.
Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Turun 2%, Terseret Aksi Jual Saham Produsen Chip
Saham Samsung turun bahkan setelah memperkirakan lonjakan laba operasional kuartal kedua hingga 19 kali lipat, menggarisbawahi kekhawatiran bahwa hasil yang kuat mungkin sudah tercermin dalam harga saham setelah reli tajam pada saham chip memori.
"Ini adalah kabar baik tetapi tidak dapat diartikan sepenuhnya sebagai kabar baik, karena ekspektasi pasar telah terlalu tinggi untuk dinaikkan lebih lanjut, memicu kekhawatiran bahwa 'pendapatan tinggi tidak akan berkelanjutan'," kata Seo Sang-young, analis di Mirae Asset Securities.
Saham chip di negara tetangga, Jepang, juga jatuh tajam, dengan produsen chip memori Kioxia turun lebih dari 10%.
"Meskipun tidak ada masalah dalam hal fundamental sektor chip, seperti pendapatan, masih ada permintaan untuk 'pengambilan keuntungan', sementara isu-isu mengenai AI dan sektor chip terus diangkat berulang kali, meningkatkan volatilitas pasar," kata Han Ji-young, analis di Kiwoom Securities.
Investor ritel memimpin reli KOSPI tahun ini, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing sudah melonjak lebih dari 130% dan 220%.
Investor asing melakukan penjualan bersih saham senilai 2,9 triliun won ($1,9 miliar) pada hari Selasa, sementara investor ritel membeli 3,2 triliun won.
Investasi pinjaman investor ritel di saham KOSPI mencapai 29,7 triliun won pada hari Jumat, dibandingkan dengan rekor tertinggi 29,8 triliun won pada akhir Juni.
Baca Juga: Saham Samsung Ambles 10% Selasa (7/7), Kekhawatiran Boom AI Seret Bursa Emerging Asia
"Tampaknya investor ritel secara aktif membeli saat harga turun dan mengambil posisi beli di pasar spot serta melalui ETF," kata Kim Seok-hwan, analis di Mirae Asset Securities.
Di antara saham-saham unggulan lainnya dalam indeks, LG Energy Solution merosot 6,4% setelah produsen baterai tersebut mengatakan bahwa mereka memperkirakan laba operasional April-Juni akan turun 77% karena permintaan kendaraan listrik yang lesu membebani penjualan baterai.
Hanwha Ocean anjlok 22,7% setelah Kanada memilih kapal selam Jerman daripada pesaing Korea Selatan dalam perebutan kontrak.













