Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pasar saham Korea Selatan berfluktuasi pada perdagangan hari ini, beristirahat sejenak setelah menembus angka 7.500 yang bersejarah untuk pertama kalinya pada pembukaan. Di sisi lain, won melemah dengan imbal hasil obligasi acuan turun.
Kamis (7/5/2026), indeks acuan KOSPI naik 3,02 poin atau 0,04% menjadi 7.387,58 di sesi pertama, setelah sebelumnya sempat mencapai 7.532,88 pada awal perdagangan hari ini.
Di antara saham-saham unggulan, produsen chip Samsung Electronics naik 0,38%, dengan saham SK Hynix turun 0,06%. Saham produsen baterai LG Energy Solution juga melemah 1,66%.
Baca Juga: Rupiah Menguat Kamis (7/5), Dolar Taiwan Jadi Mata Uang Asia Terkuat Hari Ini
Saham Hyundai Motor dan perusahaan otomotif saudaranya, Kia Corp, masing-masing naik 4,64% dan 2,65%. Saham produsen baja POSCO Holdings juga melonjak 2,77%, dan saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics naik 0,07%.
Citi Research pada hari Kamis (7/5/2026) menaikkan target Kospi menjadi 8.500 dari sebelumnya di level 7.000, mencerminkan prospek pendapatan memori yang solid — serta stimulus fiskal yang kuat — dengan dorongan pemerintah Korea untuk peningkatan nilai perusahaan.
Dari total 895 saham yang diperdagangkan, 376 saham naik, sementara 485 saham turun.
Investor asing melakukan penjual bersih saham senilai 4.033,2 miliar won atau setara US$ 2,78 miliar.
Won dikutip pada 1.449,9 per dolar — di platform penyelesaian domestik, 0,03% lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 1.449,4.
Baca Juga: Korea Utara Tegaskan Tak Terikat pada Perjanjian Non Proliferasi Senjata Nuklir
Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.448,7 per dolar, turun 0,3% pada hari itu, sementara dalam perdagangan forward non-deliverable, kontrak satu bulan dikutip pada 1.447,1.
Dengan posisi saat ini, indeks KOSPI telah naik 75,30% sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, won telah melemah 0,7% terhadap dolar sepanjang tahun ini.
Di pasar uang dan utang, futures Juni untuk obligasi pemerintah tiga tahun naik 0,22 poin menjadi 103,80.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tiga tahun yang paling likuid turun 6,0 basis poin menjadi 3,534%, sementara imbal hasil obligasi acuan 10 tahun turun 5,7 basis poin menjadi 3,878%.
- perdagangan saham
- imbal hasil obligasi
- pasar saham Korea Selatan
- investor asing
- Indeks Acuan
- Stimulus Fiskal
- KOSPI
- Won Korea
- saham SK Hynix
- Saham Samsung Electronics
- Saham Hyundai Motor
- Saham Kia Corp
- Ekonomi Korea
- Obligasi pemerintah Korea Selatan
- Saham LG Energy Solution
- Saham POSCO Holdings
- Saham Samsung BioLogics
- Citi Research
- target KOSPI
- peningkatan nilai perusahaan












