Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan berhasil membalikan keadaan dan ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini. Sokongan bagi bursa saham Korea Selatan ini datang karena saham produsen chip Samsung Electronics melonjak setelah keputusan pengadilan mengenai rencana pemogokan buruh.
Senin (18/5/2026), indeks acuan KOSPI ditutup naik 22,86 poin atau 0,31% di 7.516,04. Sebelumnya dalam sesi tersebut, indeks turun hingga 4,68%, memicu pembatasan perdagangan "sidecar".
Penguatan Kospi ditopang harga saham Samsung Electronics yang melonjak 3,88%, menghapus pelemahan awal lebih dari 3%. Perusahaan dan serikat buruhnya memulai pembicaraan pada hari ini dalam upaya terakhir untuk mencegah pemogokan terbesar dalam sejarah raksasa teknologi tersebut.
Pengadilan Korea Selatan pada hari Senin (18/5/2026) mengabulkan sebagian permintaan Samsung untuk perintah pengadilan, memerintahkan serikat buruh untuk memastikan bahwa pemogokan apa pun tidak mengganggu produksi.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus ke US$ 112, Timur Tengah Kembali Bergejolak
Sejalan, harga saham produsen chip SK Hynix naik 1,15%.
"Sektor semikonduktor menguat karena lega atas pemogokan Samsung Electronics. Akan ada rilis pendapatan dari Nvidia juga, yang dapat meningkatkan sentimen," kata Park Kwang-nam, analis di Mirae Asset Securities.
Sebagian besar saham unggulan lainnya turun. Di mana, produsen baterai LG Energy Solution turun 2,16%, dengan saham Hyundai Motor dan perusahaan saudaranya, Kia Corp, masing-masing melemah 5,29% dan 3,27%.
Saham produsen baja POSCO Holdings juga ditutup melemah 0,96%, dan saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics turun 2,33%.
Dari total 909 saham yang diperdagangkan, 203 saham naik, sementara 688 saham turun.
Investor asing melakukan penjualan bersih saham senilai 3,6 triliun won atau setara US$ 2,40 miliar.
Baca Juga: Bursa Asia Tersungkur Dihantam Perang Iran dan Lonjakan Minyak
Won dikutip pada 1.500,3 per dolar AS di platform penyelesaian domestik, atau turun 0,19% dari penutupan sebelumnya di 1.497,5.
Di pasar uang dan utang, kontrak berjangka Juni untuk obligasi pemerintah tiga tahun naik 0,07 poin menjadi 103,20.
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tiga tahun yang paling likuid tetap stabil di 3,752%, sementara imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik sebesar 4,2 basis poin menjadi 4,214%.












