kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Pakistan Ungkap Penandatangan Damai AS-Iran Diperkirakan 24 Jam Lagi


Sabtu, 13 Juni 2026 / 18:26 WIB
Pakistan Ungkap Penandatangan Damai AS-Iran Diperkirakan 24 Jam Lagi
ILUSTRASI. Iran (via REUTERS/Majid-Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - ISLAMABAD. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka dasar untuk kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (13/6/2026), Sharif mengatakan kedua pihak telah mencapai teks akhir dari kesepakatan tersebut dan saat ini tengah mempersiapkan proses penandatanganan elektronik yang diperkirakan berlangsung dalam 24 jam ke depan.

Pakistan, menurut Sharif, juga akan menjadi salah satu pihak yang memfasilitasi tahapan lanjutan berupa pembicaraan teknis yang dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya.

Baca Juga: China Perketat Aturan Data di Sektor Layanan Keuangan

Langkah ini menandai perkembangan signifikan dalam upaya deeskalasi konflik antara Washington dan Teheran, yang dalam beberapa bulan terakhir memicu ketegangan militer di kawasan Timur Tengah serta mengganggu stabilitas jalur energi global.

Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut kedua negara telah mendekati kesepakatan awal yang mencakup pembukaan kembali jalur strategis seperti Selat Hormuz, serta pembahasan lanjutan terkait program nuklir Iran dalam kerangka waktu tertentu.

Meski demikian, detail akhir kesepakatan dan mekanisme implementasinya masih belum diungkap secara resmi oleh pihak Amerika Serikat maupun Iran, sementara para analis menilai proses negosiasi masih berpotensi menghadapi penyesuaian pada tahap teknis.




TERBARU

[X]
×