Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah dan baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar di kawasan Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/7/2026), seiring menguatnya mata uang Negeri Paman Sam.
Berdasarkan data Reuters hingga pukul 02.06 GMT, rupiah melemah 0,22% ke level Rp 17.920 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp 17.880 per dolar AS.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Ditonton 66,4 Juta Pemirsa di AS, Tembus Rekor Non-Super Bowl
Sementara itu, baht Thailand turun 0,19% menjadi 33,76 per dolar AS, menjadikannya mata uang Asia dengan pelemahan terbesar kedua pada hari itu.
Di sisi lain, won Korea Selatan menguat 0,14%, diikuti dolar Taiwan yang naik 0,09% terhadap dolar AS.
Yen Jepang diperdagangkan stabil di level 163,16 per dolar AS, sedangkan dolar Singapura melemah tipis 0,02%.
Mata uang Asia lainnya juga bergerak melemah, di antaranya ringgit Malaysia yang turun 0,15%, yuan China melemah 0,06%, dan peso Filipina terkoreksi 0,03%.
Sementara itu, rupee India relatif tidak berubah di level 96,235 per dolar AS.
Secara tahun berjalan (year to date/YTD), rupiah juga menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan.
Baca Juga: Harga Emas Dekati Level Tertinggi 2 Pekan Rabu (22/7) Pagi, Sentuh US$ 4.113
Sejak akhir 2025, rupiah telah melemah sekitar 6,98% terhadap dolar AS, lebih besar dibandingkan baht Thailand yang turun 6,84% dan rupee India yang melemah 6,61%.
Yen Jepang juga telah terdepresiasi sekitar 3,99% sepanjang tahun ini, sementara won Korea Selatan turun 2,73% dan dolar Taiwan melemah 2,71%.
Di sisi lain, yuan China justru menguat sekitar 3,21% terhadap dolar AS sejak awal tahun, menjadikannya salah satu mata uang Asia dengan kinerja terbaik pada 2026.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
