Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pergerakan mata uang di kawasan Asia cenderung terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (16/7/2026) pagi.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan inflasi AS serta eskalasi konflik di Timur Tengah yang memengaruhi prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Bursa Asia Melemah, Saham Semikonduktor Tertekan Jelang Laporan Keuangan TSMC
Mengutip Reuters, hingga pukul 02.03 GMT, mayoritas mata uang Asia hanya bergerak tipis terhadap dolar AS.
Yen Jepang menguat 0,06% ke 162,09 per dolar AS, sementara dolar Taiwan naik 0,09% ke 32,160 per dolar AS.
Ringgit Malaysia juga menguat 0,12% ke 4,071 per dolar AS, yuan China naik tipis 0,01% ke 6,769 per dolar AS, dan peso Filipina menguat 0,02% ke 61,630 per dolar AS.
Sebaliknya, dolar Singapura melemah 0,05% ke 1,289 per dolar AS. Won Korea Selatan turun 0,06% ke 1.487,9 per dolar AS, baht Thailand melemah 0,13% ke 33,585 per dolar AS, sedangkan rupiah Indonesia turun tipis 0,03% ke Rp 18.065 per dolar AS.
Sementara itu, rupee India tidak mengalami perubahan dan tetap berada di level 96,255 per dolar AS.
Baca Juga: Dolar AS Melemah ke Level Terendah Sebulan, Data Inflasi Jinakkan Spekulasi The Fed
Rupiah masih mencatat pelemahan terdalam tahun ini
Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date), rupiah masih menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar di antara mata uang utama Asia.
Nilai tukar rupiah telah melemah sekitar 7,72% dibandingkan posisi akhir 2025.
Di bawah rupiah, rupee India melemah 6,63%, baht Thailand turun 6,36%, peso Filipina melemah 4,59%, yen Jepang turun 3,36%, won Korea Selatan melemah 3,25%, dolar Taiwan turun 2,25%, ringgit Malaysia melemah 0,37%, dan dolar Singapura turun 0,26%.
Baca Juga: AS Rampungkan Gelombang Terbaru Serangan ke Iran, Selat Hormuz Kian Memanas
Berbeda dengan mata uang lainnya, yuan China justru menjadi mata uang Asia yang mencatat penguatan terhadap dolar AS sepanjang tahun ini, dengan kenaikan sekitar 3,23% dibandingkan posisi akhir 2025.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
