Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (20/7/2026), di tengah pergerakan mata uang regional yang cenderung terbatas.
Mengutip data Reuters hingga pukul 02.08 GMT, rupiah diperdagangkan di level Rp 17.990 per dolar AS, melemah 0,58% dibanding penutupan sebelumnya di Rp 17.885 per dolar AS.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat Senin (20/7), Saham Energi Melonjak di Tengah Konflik AS-Iran
Pelemahan rupiah menjadi yang terbesar di antara mata uang utama Asia pada perdagangan hari itu.
Di posisi berikutnya, dolar Taiwan melemah 0,44%, disusul peso Filipina yang turun 0,21%, serta baht Thailand yang terkoreksi 0,09%.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan naik 0,23%, ringgit Malaysia menguat 0,12%, yuan China naik 0,04%, dan dolar Singapura bertambah 0,03%.
Adapun rupee India dan yen Jepang bergerak relatif stabil.
Kinerja Mata Uang Asia Sepanjang 2026
Secara tahun berjalan (year to date/ytd), rupiah juga menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terbesar di kawasan.
Sejak awal 2026, rupiah telah melemah sekitar 7,34% terhadap dolar AS.
Baca Juga: SpaceX Tunda Uji Terbang Starship, Peluncuran Kini Dijadwalkan Kamis
Pelemahan tersebut hanya sedikit lebih besar dibanding rupee India yang turun 6,66% dan baht Thailand yang melemah 6,48%.
Sementara itu, peso Filipina telah turun 4,66%, yen Jepang melemah 3,49%, dolar Taiwan terkoreksi 3,06%, won Korea Selatan turun 2,91%, dan ringgit Malaysia melemah 0,71%.
Di sisi lain, yuan China justru menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan, menguat sekitar 3,18% terhadap dolar AS sepanjang tahun ini.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
