Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup menguat pada perdagangan Senin (20/7/2026), didorong kenaikan saham-saham sektor energi setelah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengerek harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,2% menjadi 8.809,8 pada perdagangan pagi waktu setempat.
Sebelumnya, indeks tersebut ditutup melemah 0,5% pada Jumat dan membukukan penurunan mingguan kedua secara berturut-turut.
Baca Juga: AS Gempur Iran Hari Kesembilan Berturut-turut, Korban Militer Amerika Bertambah
Saham Energi Bersinar
Sektor energi menjadi penopang utama pasar dengan kenaikan hingga 2,9%, sekaligus berpotensi mencatat kinerja harian terbaik sejak 14 Juli.
Sentimen positif muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran untuk malam kesembilan berturut-turut pada akhir pekan. Di sisi lain, Kuwait dan Bahrain melaporkan adanya serangan lanjutan dari Iran.
Eskalasi konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Saham Santos menguat 1,6%, sedangkan Woodside Energy naik 1,9%. Keduanya mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Baca Juga: SpaceX Tunda Uji Terbang Starship, Peluncuran Kini Dijadwalkan Kamis
Saham Teknologi Tertekan
Berbeda dengan sektor energi, saham-saham teknologi melemah 1,3%, menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga pekan.
Penurunan tersebut mengikuti pelemahan indeks Nasdaq pada Jumat lalu setelah investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham yang terkait dengan tren kecerdasan buatan (AI).
Saham Xero turun 2,1%, sementara WiseTech Global terkoreksi 2,6%.
Baca Juga: Harga Emas Turun ke Dekat US$ 4.000, Dibayangi Inflasi dan Sikap Hawkish The Fed
Saham Tambang Bergerak Beragam
Saham sektor pertambangan bergerak terbatas karena pelemahan harga emas dan tembaga diimbangi oleh penguatan harga bijih besi.
Saham BHP naik 0,4%, sedangkan Rio Tinto bergerak relatif datar.
Di sisi lain, saham perusahaan tambang emas turun sekitar 1% setelah harga emas melemah akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.
Saham Evolution Mining merosot 1,9% ke level terendah dalam lebih dari satu bulan, sementara Northern Star Resources turun 2,1% dan menyentuh level terendah dalam tiga pekan.
Sementara itu, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,2% menjadi 13.661,71. Investor menantikan rilis data inflasi kuartal II yang dijadwalkan terbit pada Selasa sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
