kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.836   -74,00   -0,41%
  • IDX 6.425   15,24   0,24%
  • KOMPAS100 844   -0,43   -0,05%
  • LQ45 640   -0,56   -0,09%
  • ISSI 223   0,70   0,32%
  • IDX30 359   -0,65   -0,18%
  • IDXHIDIV20 436   -1,77   -0,40%
  • IDX80 96   -0,11   -0,11%
  • IDXV30 120   -0,42   -0,35%
  • IDXQ30 114   -0,55   -0,48%

Unitree dan Tren Produsen Robot Humanoid China Berlomba IPO


Senin, 10 Agustus 2026 / 09:51 WIB
Unitree dan Tren Produsen Robot Humanoid China Berlomba IPO
ILUSTRASI. Halo Robotics (Dok Halo Robotics/Halo Robotics)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Produsen robot asal China, Unitree, menetapkan harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Shanghai sebesar 150,8 yuan per saham.

Penawaran saham tersebut mulai dibuka pada Senin (10/8) dengan target dana yang dihimpun mencapai 6,1 miliar yuan atau sekitar US$904 juta.

Jika terealisasi, IPO tersebut akan menjadikan Unitree sebagai produsen robot humanoid pertama yang tercatat di bursa daratan China.

Berikut sejumlah fakta mengenai Unitree dan alasan perusahaan robot humanoid China berlomba masuk bursa.

Baca Juga: Rupiah dan Dolar Taiwan Jadi Mata Uang Asia dengan Penguatan Terbesar Senin (10/8)

Profil Unitree

Unitree didirikan pada 2016 oleh insinyur Wang Xingxing dan berbasis di Hangzhou, China. Perusahaan tersebut pertama kali dikenal melalui produk robot berkaki empat atau yang kerap disebut robot anjing dengan harga relatif terjangkau.

Belakangan, Unitree memperluas portofolionya ke robot humanoid melalui sejumlah produk seperti G1, H1 dan R1.

Robot-robot tersebut menarik perhatian global melalui berbagai demonstrasi yang memperlihatkan kemampuan berlari, menari hingga melakukan gerakan bela diri.

Unitree kini bersaing dengan sejumlah perusahaan robot global, termasuk Tesla dan Boston Dynamics, serta berbagai startup China yang mengembangkan robot untuk penggunaan di pabrik maupun rumah tangga.

Kinerja bisnis Unitree juga berkembang pesat. Pendapatan perusahaan meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi hampir 1,7 miliar yuan pada 2025.

Berbeda dengan banyak perusahaan rintisan robot humanoid lainnya, Unitree telah mencatatkan keuntungan. Perusahaan membukukan laba bersih yang disesuaikan sekitar 600 juta yuan.

Pendapatan dari pasar luar negeri juga menyumbang lebih dari 40% penjualan Unitree dalam setiap periode laporan yang diungkapkan dalam prospektusnya.

Baca Juga: Harga Emas Melemah di Pagi Ini (10/8): Profit Taking Jelang Rilis Data Inflasi AS

Mengapa Unitree Penting?

Unitree menunjukkan kemampuan China dalam memproduksi robot berteknologi canggih dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan sejumlah pesaing dari luar negeri.

Kemampuan tersebut didukung rantai pasok China yang luas untuk berbagai komponen robot, termasuk motor, sensor dan baterai.

Unitree juga menjadi salah satu simbol ambisi China untuk memimpin pengembangan embodied intelligence, yakni bidang yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan mesin yang mampu berinteraksi dan bernavigasi di dunia fisik.

Meski demikian, kesuksesan komersial Unitree belum membuktikan bahwa robot humanoid sudah mampu menggantikan tenaga manusia secara luas.

Saat ini, sebagian besar permintaan robot humanoid masih berasal dari universitas dan proyek yang didukung pemerintah untuk kebutuhan pendidikan, penelitian maupun demonstrasi.

Robot humanoid juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi keandalan, ketangkasan serta kemampuan menjalankan beragam tugas dalam waktu lama tanpa campur tangan manusia.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Naik Senin (10/8), Saham Chip Samsung dan SK Hynix Jadi Penopang

Produsen Robot China Berlomba IPO

Pengembangan robot humanoid membutuhkan investasi besar, mulai dari perekrutan tenaga ahli, pengumpulan data untuk melatih robot, pengembangan model AI hingga pembangunan kapasitas manufaktur.

Kebutuhan modal tersebut muncul jauh sebelum permintaan dari sektor manufaktur maupun rumah tangga benar-benar terbentuk secara luas.

Karena itu, pasar modal menjadi sumber pendanaan penting bagi perusahaan robot China untuk melanjutkan pengembangan teknologi.

Kondisi ini semakin menarik dengan dukungan pemerintah serta tingginya minat investor terhadap sektor robotika dan AI.

Selain Unitree, sejumlah produsen robot humanoid China juga mulai mempersiapkan langkah serupa.

Baca Juga: Perang Ukraina dan Timur Tengah Kuras Persediaan Rudal Patriot, Ini Fakta-faktanya

Leju Robotics, produsen robot humanoid Kuavo, mengajukan permohonan pencatatan saham di pasar ChiNext Shenzhen pada Mei lalu.

Sementara itu, AgiBot yang berbasis di Shanghai dan merupakan salah satu produsen robot humanoid terkemuka China mulai mempersiapkan IPO di Hong Kong pada Juli.

Langkah sejumlah perusahaan tersebut menunjukkan semakin kuatnya ambisi industri robot China untuk memperoleh pendanaan publik guna mempercepat pengembangan teknologi dan meningkatkan kapasitas produksi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×