Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan, ditopang kenaikan saham-saham semikonduktor setelah reli Wall Street ke level rekor meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Perang Ukraina dan Timur Tengah Kuras Persediaan Rudal Patriot
Mengutip Reuters, Senin (10/8/2026), indeks acuan KOSPI naik 49,97 poin atau 0,80% menjadi 6.308,74 pada pukul 01.58 GMT. Penguatan tersebut terjadi setelah KOSPI mencatat penurunan selama tujuh pekan berturut-turut.
Sentimen positif di pasar saham Korea Selatan mengikuti kinerja Wall Street pada Jumat (7/8). Indeks S&P 500 ditutup di level rekor setelah data menunjukkan perekonomian Amerika Serikat (AS) secara tak terduga kehilangan pekerjaan pada Juli.
Data tersebut turut menurunkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan, perhatian investor pekan ini akan tertuju pada laporan kinerja perusahaan semikonduktor dan perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) di luar negeri.
"Hal ini diperkirakan dapat meredakan kekhawatiran mengenai puncak permintaan AI dan chip memori," ujar Han.
Menurut dia, sentimen tersebut berpotensi mendorong kembali aliran dana asing setelah aksi jual besar-besaran terhadap saham perusahaan chip pada pekan sebelumnya.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Melonjak 2% Senin (10/8), Saham AI dan Chip Jadi Penopang
Saham Chip Menguat
Sejumlah saham berkapitalisasi besar di Korea Selatan bergerak positif. Saham Samsung Electronics naik 0,43%, sementara SK Hynix menguat 1,62%.
Di sektor lain, saham LG Energy Solution bergerak stagnan. Saham Hyundai Motor naik 1,77%, sedangkan Kia Corp turun 0,59%.
Baca Juga: Bursa Australia Melemah Senin (10/8), Saham Westpac Anjlok Jelang Keputusan RBA
Saham POSCO Holdings juga bergerak datar, sementara saham perusahaan farmasi Samsung Biologics naik tipis 0,03%.
Dari 910 saham yang diperdagangkan, sebanyak 630 saham menguat dan 248 saham melemah.
Meski indeks KOSPI menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih saham senilai 526,4 miliar won atau sekitar US$371,75 juta.
Sementara itu, nilai tukar won Korea Selatan berada di level 1.414,7 won per dolar AS di pasar domestik, melemah 0,37% dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.409,5 won per dolar AS.
Di pasar obligasi, kontrak berjangka surat utang pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun untuk September turun 0,04 poin menjadi 103,35.
Baca Juga: Jepang Catat Defisit Transaksi Berjalan Pertama dalam 17 Bulan
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan berada di level 3,751%, tidak berubah dari posisi sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun juga stabil di level 4,198%.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
