kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Serangan Drone Ukraina di Wilayah Ibu Kota Rusia, Dua Orang Tewas


Minggu, 20 September 2026 / 13:39 WIB
Diperbarui Minggu, 20 September 2026 / 13:43 WIB
Serangan Drone Ukraina di Wilayah Ibu Kota Rusia, Dua Orang Tewas
ILUSTRASI. Asap membubung setelah serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap sebuah kilang minyak, (Reuters/Media Sosial)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Dua orang tewas akibat serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina di wilayah Moskow dan sebuah kilang minyak di ibu kota Rusia terkena serangan. Serangan terjadi saat Rusia memasuki hari terakhir pemilihan umum parlemen.

Ukraina dan Rusia terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing meskipun ada pengumuman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin lalu, bahwa kedua pihak telah sepakat untuk berhenti.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan melalui saluran Telegram-nya, serangan pesawat nirawak Ukraina berskala besar telah digagalkan, dengan Rusia menjatuhkan lebih dari 1.600 pesawat nirawak sejak hari Sabtu, termasuk 450 yang mengarah ke Moskow.

Baca Juga: Rusia Gelar Pemilu Parlemen, Siapa yang Menang?

Beberapa pesawat nirawak mencapai area kilang minyak dan satu unit menghantam sebuah gedung apartemen, kata Sobyanin, seraya menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa di dalam kota tersebut.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilihan umum," ujarnya. "Pihak lawan gagal mencapai tujuan tersebut."

Ukraina belum memberikan komentar mengenai serangan-serangan ini. Kedua belah pihak menyatakan bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil.

Di wilayah Moskow yang lebih luas, selain dua korban tewas, 400 orang—termasuk 70 anak-anak—dievakuasi dari sebuah blok apartemen 21 lantai di distrik Ramenskoye dan sejumlah rumah mengalami kerusakan, kata Gubernur Andrei Vorobyov.

Baca Juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Sedang Upayakan Penuhi Syarat Tahanan Rumah




TERBARU

[X]
×