Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang serangan drone Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia pada Sabtu (22/8/2026). Sedikitnya enam warga sipil tewas, sementara sejumlah fasilitas industri dan pusat logistik milik Ozon, salah satu peritel daring terbesar Rusia, turut terdampak.
Serangan terjadi di beberapa wilayah Rusia yang berbatasan maupun berada jauh dari Ukraina. Di wilayah Samara, Gubernur Vyacheslav Fedorishchev mengatakan serangan drone menewaskan sejumlah orang dan melukai beberapa lainnya.
Salah satu lokasi yang terdampak adalah pusat logistik Ozon di Chapayevsk. Ozon menyatakan aktivitas di fasilitas tersebut dihentikan sementara setelah serangan menyebabkan kerusakan dan sejumlah orang terluka.
Baca Juga: Drone Ukraina Gempur 7 Kapal Rusia dalam Semalam, Targetkan Armada di Laut Hitam
"Pekerjaan di pusat logistik wilayah Samara telah dihentikan setelah serangan tersebut," kata Ozon dalam pernyataannya di Telegram.
Serangan terhadap fasilitas Ozon menjadi perhatian karena perusahaan tersebut merupakan peritel daring terbesar kedua di Rusia. Sebelumnya, selama beberapa pekan terakhir, drone Ukraina juga telah menyerang fasilitas milik Wildberries, pesaing utama Ozon.
Ukraina sebelumnya menyatakan serangan terhadap infrastruktur ekonomi Rusia merupakan bagian dari upaya mengganggu fasilitas yang mendukung kemampuan Moskow untuk melanjutkan perang.
Di Samara, militer Ukraina juga mengatakan telah menyerang kilang minyak Novokuibyshevsk. Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran. Namun, Gubernur Fedorishchev tidak menyebut nama fasilitas industri yang menjadi sasaran dalam pernyataannya.
Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Meluas, Satu Orang Tewas di Krimea
Korban sipil juga dilaporkan di wilayah lain. Di Krasnodar, Gubernur Veniamin Kondratyev mengatakan dua anak tewas dan dua orang dewasa terluka dalam serangan di kota pelabuhan Yeysk, di pesisir Laut Azov.
Kebakaran juga terjadi di sebuah fasilitas di area pelabuhan, meski pemerintah setempat tidak menjelaskan jenis fasilitas tersebut.
Di wilayah Belgorod yang berbatasan langsung dengan Ukraina, dua orang dilaporkan tewas dan 13 lainnya terluka akibat serangkaian serangan Ukraina. Sementara itu, empat orang terluka dalam serangan di wilayah Bryansk.
Di Luhansk, wilayah Ukraina yang sebagian besar berada di bawah kendali Rusia, pejabat yang ditunjuk Moskow, Leonid Pasechnik, mengatakan dua warga sipil tewas, termasuk seorang remaja berusia 16 tahun. Sembilan orang lainnya dilaporkan terluka.
Baca Juga: Rusia Klaim Hancurkan 3.000 Lebih Drone Ukraina, Serangan Terbesar Terjadi 17 Mei
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya berhasil menembak jatuh 457 drone Ukraina dalam serangkaian serangan sepanjang malam. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Serangan ini menunjukkan bahwa perang drone antara Rusia dan Ukraina terus meluas, tidak hanya menyasar sasaran militer, tetapi juga infrastruktur industri, energi, logistik, dan fasilitas ekonomi di wilayah Rusia.














