Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rusia kembali menghadapi serangan drone besar-besaran dari Ukraina. Kota terbesar kedua Rusia, St. Petersburg, beserta wilayah sekitarnya menjadi sasaran serangan pada Sabtu (4/7/2026) dini hari waktu setempat.
Serangan tersebut dilaporkan menghantam pelabuhan dan infrastruktur minyak yang dinilai strategis bagi perekonomian serta pendanaan perang Rusia.
Pemerintah Rusia dan Ukraina sama-sama mengonfirmasi adanya serangan tersebut. Insiden ini terjadi ketika Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi Rusia yang telah memicu gangguan pasokan bahan bakar di berbagai wilayah negara itu.
Gubernur St. Petersburg, Alexander Beglov, mengatakan kota yang berpenduduk sekitar enam juta jiwa itu mengalami serangan drone dalam skala besar. Salah satu fasilitas yang terdampak adalah terminal minyak di kota tersebut.
Beglov memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut dan menyebut dampak serangan telah berhasil ditangani oleh otoritas setempat.
Sementara itu, Gubernur Wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, mengungkapkan sebuah drone menghantam kawasan Pelabuhan Vysotsk yang berada sekitar 170 kilometer di barat laut St. Petersburg, di pesisir Laut Baltik.
Pelabuhan Vysotsk merupakan salah satu pelabuhan penting Rusia yang menangani pengiriman minyak, gandum, batu bara, hingga gas alam cair (LNG).
Baca Juga: Bensin E20 Tuai Protes di India, Pengendara Keluhkan Performa Kendaraan
Drozdenko mengatakan sebanyak 72 drone berhasil ditembak jatuh di wilayah Leningrad. Selain itu, beberapa permukiman mengalami kerusakan ringan. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci dampak serangan terhadap operasional Pelabuhan Vysotsk.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui akun Telegram menyatakan bahwa serangan tersebut memang menargetkan fasilitas strategis Rusia.
Ia mengatakan, "Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak di pelabuhan yang menjadi sumber pendapatan bagi perang Rusia, serta menghantam Kronstadt, target militer penting yang berjarak lebih dari 850 kilometer dari perbatasan negara Ukraina."
Hingga saat ini, pemerintah Rusia belum mengonfirmasi adanya serangan terhadap Kronstadt, pangkalan angkatan laut utama di dekat St. Petersburg yang sebelumnya juga menjadi sasaran serangan Ukraina pada Juni lalu.
Ukraina Intensifkan Serangan ke Infrastruktur Energi Rusia
Sepanjang tahun ini, Ukraina meningkatkan intensitas serangan terhadap fasilitas energi Rusia. Sejumlah kilang minyak mengalami kerusakan besar, sementara pasokan bensin di berbagai wilayah Rusia mulai terganggu.
Seiring meningkatnya tekanan terhadap sektor energi, kantor berita pemerintah Rusia, TASS, melaporkan Presiden Vladimir Putin telah menandatangani perubahan undang-undang perpajakan yang bertujuan menopang pasar bahan bakar domestik.
Kebijakan tersebut mencakup pemberian insentif pajak bagi produsen yang memproduksi bahan bakar beroktan tinggi melalui proses pencampuran (blending), sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.
Antrean Panjang di SPBU Akibat Krisis Bahan Bakar
Dampak serangan terhadap infrastruktur energi mulai dirasakan masyarakat Rusia. Di Kota Gatchina, Wilayah Leningrad, pada Jumat (3/7/2026), seorang saksi Reuters melihat antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU). Bahkan, beberapa SPBU dilaporkan kehabisan stok bahan bakar.
Baca Juga: Rusia Serang Kereta Api Ukraina, Lebih dari 200 Lokomotif Rusak Sepanjang 2026
Seorang warga bernama Gennadiy yang sedang mengantre mengatakan, "Berdiri mengantre setelah pulang kerja jelas bukan hal yang menyenangkan."
Ia menambahkan, "Dan beberapa hari lagi saya harus kembali mengantre, karena bahan bakar saya akan habis lagi."
Serangan Drone Juga Terjadi di Wilayah Lain Rusia
Serangan drone Ukraina tidak hanya terjadi di sekitar St. Petersburg. Gubernur Wilayah Bryansk serta pejabat Rusia yang ditunjuk di Krimea melaporkan masing-masing satu orang tewas akibat serangan drone, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Di bagian selatan St. Petersburg, Gubernur Wilayah Pskov menyatakan lebih dari 30 drone berhasil ditembak jatuh sepanjang malam.
Ia juga melaporkan adanya kerusakan ringan dan sejumlah korban luka, termasuk di sebuah pabrik yang berada di Kota Velikiye Luki.














