Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Jumlah iklan lowongan kerja di Australia kembali meningkat pada Juli 2026, mengindikasikan permintaan tenaga kerja tetap kuat meski suku bunga berada di level tinggi.
Mengutip Reuters, data Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) dan situs pencarian kerja Indeed yang dirilis Selasa (4/8/2026) menunjukkan jumlah iklan lowongan kerja naik 0,8% secara bulanan (month to month/mtm) pada Juli.
Baca Juga: Harga Emas Spot Stabil Selasa (4/8), Cermati Konflik AS-Iran dan Data Tenaga Kerja AS
Kenaikan tersebut membalikkan penurunan tipis 0,1% yang terjadi pada Juni.
Secara tahunan (year on year/YoY), jumlah lowongan kerja meningkat 2,1% dibandingkan Juli tahun lalu. Bahkan, angkanya masih 16,2% lebih tinggi dibandingkan rata-rata dalam satu dekade terakhir.
Peningkatan lowongan kerja terjadi di berbagai sektor, terutama pada posisi manajemen serta dokter dan ahli bedah.
Kedua profesi tersebut, bersama tenaga keperawatan, menjadi kelompok pekerjaan dengan pertumbuhan permintaan tercepat selama setahun terakhir.
Data tersebut memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja Australia masih cukup tangguh meski biaya pinjaman terus meningkat.
Sebelumnya, data ketenagakerjaan yang dirilis bulan lalu menunjukkan ekonomi Australia menciptakan 76.300 lapangan kerja bersih pada Juni.
Baca Juga: Grab Bidik Pendapatan 2026 hingga US$4,15 M, Lebih Tinggi dari Proyeksi Sebelumnya
Sementara itu, tingkat pengangguran tetap bertahan di 4,4%.
Sepanjang tahun ini, Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali hingga mencapai 4,35% sebagai upaya menekan inflasi.
Meski kebijakan moneter semakin ketat, pasar tenaga kerja Australia sejauh ini masih menunjukkan ketahanan dengan permintaan tenaga kerja yang tetap solid.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
