kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.868   -67,00   -0,37%
  • IDX 5.810   -85,85   -1,46%
  • KOMPAS100 753   -11,54   -1,51%
  • LQ45 575   -9,03   -1,55%
  • ISSI 201   -2,08   -1,02%
  • IDX30 326   -5,16   -1,56%
  • IDXHIDIV20 402   -5,85   -1,44%
  • IDX80 86   -1,31   -1,51%
  • IDXV30 108   -1,19   -1,08%
  • IDXQ30 105   -1,56   -1,46%

Iklan Lowongan Kerja Australia Turun Lagi, Sinyal Permintaan Tenaga Kerja Melemah


Senin, 04 Mei 2026 / 08:56 WIB
Iklan Lowongan Kerja Australia Turun Lagi, Sinyal Permintaan Tenaga Kerja Melemah
ILUSTRASI. Sydney Opera House, Australia (KONTAN/Syamsul Ashar)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Jumlah iklan lowongan kerja di Australia kembali menurun pada April 2026, menandai pelemahan untuk bulan kedua berturut-turut di tengah tekanan biaya pinjaman yang tinggi dan ketidakpastian global.

Melansir Reuters Senin (4/5/2026), berdasarkan data Australia and New Zealand Banking Group bersama platform pencari kerja Indeed, jumlah iklan pekerjaan turun 0,8% secara bulanan (month to month/mtm) pada April.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Melemah Tipis Senin (4/5), Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Fokus

Penurunan ini terjadi setelah kontraksi tajam 3,2% pada Maret.

Secara tahunan, jumlah lowongan juga tercatat turun 1,4% dibandingkan April tahun lalu. Meski demikian, levelnya masih 12,5% lebih tinggi dibandingkan rata-rata dalam satu dekade terakhir.

Penurunan iklan lowongan kerja terutama terjadi di sektor restoran dan kafe. Kesempatan kerja di bidang persiapan makanan tercatat mengalami penurunan signifikan.

Baca Juga: Amankan Pasokan Energi, PM Jepang Dijadwalkan Bertemu PM Australia

Sebaliknya, sektor teknologi justru menunjukkan kinerja yang relatif kuat sepanjang tahun ini, khususnya pada bidang pengembangan perangkat lunak dan analitik data.

Data ini menjadi indikasi awal bahwa permintaan tenaga kerja di Australia mulai melunak, seiring dampak suku bunga tinggi dan ketidakpastian geopolitik terhadap aktivitas bisnis.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×