Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dijadwalkan mengadakan pembicaraan di Canberra dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese pada Senin (4/5/2026). Agenda utama dalam pertemuan keduanya kemungkinan tentang keamanan energi dan kerja sama logam tanah jarang.
Australia adalah pemasok utama gas alam cair ke Jepang, yang telah mengamati dengan cermat perkembangan di industri ini, mulai dari risiko pemogokan di fasilitas gas utama dan meningkatnya tekanan politik untuk menaikkan pajak ekspor.
Kedua perdana menteri tersebut akan membahas keamanan ekonomi, termasuk kerja sama dalam rantai pasokan logam tanah jarang, serta keamanan energi di tengah kekhawatiran yang muncul dari ketegangan di Timur Tengah, kata kantor Takaichi dalam sebuah catatan menjelang kunjungannya.
Baca Juga: Industri Korea Selatan Menguat, PMI April Capai Level Tertinggi 4 Tahun
"Gas memainkan peran dalam semua diskusi kita karena pada dasarnya gas menopang keamanan energi bersama antara negara kita," kata Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong kepada wartawan pada hari Senin (4/5/2026).
Takaichi melakukan kunjungan tiga hari, tiba dari Vietnam, tempat ia membahas energi dan mineral penting dan mendesak negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat rantai pasokan regional.
Bulan lalu, Jepang menandatangani kontrak yang meluncurkan kesepakatan penting senilai A$ 10 miliar atau setara US$ 7 miliar untuk memasok kapal perang ke Australia.
Ini merupakan penjualan militer paling signifikan yang dilakukan Tokyo sejak mengakhiri larangan ekspor semacam itu pada tahun 2014.












