Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rusia terus meningkatkan serangan terhadap infrastruktur transportasi Ukraina, khususnya jaringan perkeretaapian yang menjadi tulang punggung distribusi logistik dan ekspor negara tersebut.
Wakil Perdana Menteri Ukraina untuk Pemulihan, Oleksiy Kuleba, mengatakan Rusia secara khusus menargetkan lokomotif kereta api. Sejak awal 2026, lebih dari 200 lokomotif telah hancur atau mengalami kerusakan akibat serangan Rusia.
Menurut pejabat Ukraina, sepanjang tahun ini Rusia telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan terhadap berbagai fasilitas perkeretaapian di negara tersebut. Serangan-serangan itu dinilai sebagai upaya untuk mengganggu sistem logistik dan mobilitas Ukraina di tengah perang yang masih berlangsung.
Baca Juga: Mesir Ukir Sejarah di Piala Dunia, Singkirkan Australia dan Lolos ke Babak 16 Besar
Kuleba mengungkapkan bahwa pada Jumat (3/7/2026) malam waktu setempat, dua lokomotif kembali mengalami kerusakan akibat serangan di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina timur.
"Rusia menargetkan lokomotif kereta api, dan sejak awal 2026 saja telah menghancurkan atau merusak lebih dari 200 lokomotif," kata Oleksiy Kuleba.
Ia menambahkan, "Volume pekerjaan perbaikan terus meningkat dan membutuhkan sumber daya keuangan yang sangat besar."
Operator kereta api milik negara Ukraina, Ukrzaliznytsia, memegang peran vital dalam perekonomian negara tersebut. Perusahaan ini menangani lebih dari 90% pengiriman ekspor Ukraina, sehingga jaringan perkeretaapian menjadi salah satu infrastruktur strategis yang paling penting selama konflik berlangsung.














