Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID – SINGAPURA. Kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi menjadi kekhawatiran terbesar kalangan kaya dunia terhadap pertumbuhan ekonomi global. Di sisi lain, mereka melihat Asia sebagai kawasan yang menawarkan stabilitas geopolitik paling kuat dalam setahun ke depan.
Temuan itu berasal dari jajak pendapat Deutsche Bank dalam acara Emerging Markets Family Office Forum 2026 di Singapura. Melansir Reuters (7/10), survei tersebut melibatkan sekitar 200 family office dan individu kaya raya.
Sebanyak 37% responden menempatkan suku bunga dan imbal hasil sebagai risiko terbesar bagi pertumbuhan ekonomi global. Angka ini mengungguli kekhawatiran terhadap inflasi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Inflasi menempati posisi kedua dengan 23% suara. Sementara itu, risiko yang berkaitan dengan AI berada di posisi ketiga dengan 17% responden.
Meski menghadapi berbagai risiko ekonomi, para responden justru melihat Asia sebagai kawasan paling stabil dari sisi geopolitik dalam 12 bulan mendatang.
Baca Juga: Lacoste Mendadak Ganti CEO Jelang Peragaan Busana di Paris
Sebanyak 73% responden memilih Asia sebagai kawasan dengan stabilitas geopolitik terbaik. Amerika Serikat menyusul dengan 14%, Inggris dan Eropa 6%, Amerika Latin 4%, serta Timur Tengah 2%.
Pandangan tersebut turut memperkuat daya tarik Singapura sebagai pusat pengelolaan kekayaan global. Stabilitas dan konektivitas internasional menjadi faktor penting bagi keluarga kaya dalam menentukan lokasi pengelolaan aset mereka.
"Keluarga-keluarga internasional beserta family office mereka mencari stabilitas, strategi mitigasi risiko, dan konektivitas global," ujar Marco Pagliara, Kepala Pasar Berkembang Deutsche Bank Private Bank.
Pagliara menilai, Singapura telah muncul sebagai salah satu pilihan utama pusat kekayaan global di tengah perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik dunia.
Deutsche Bank mengoperasikan layanan pengelolaan kekayaan melalui 14 pusat layanan (booking centres) di berbagai negara. Hingga 30 Juni 2026, divisi private banking Deutsche Bank mencatat aset kelolaan sebesar € 732 miliar atau sekitar US$ 819,77 miliar.
Baca Juga: Laba Samsung Diprediksi Melonjak Sembilan Kali Berkat Ledakan AI














