kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Laba Samsung Diprediksi Melonjak Sembilan Kali Berkat Ledakan AI


Rabu, 07 Oktober 2026 / 16:11 WIB
Laba Samsung Diprediksi Melonjak Sembilan Kali Berkat Ledakan AI
ILUSTRASI. Samsung Vision AI: Inovasi Terbaru di First Look 2025 (Dok/Samsung Electronics)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – SEOUL. Kabar baik dari bisnis kecerdasan buatan (AI) masih menopang kinerja Samsung Electronics. Permintaan cip untuk infrastruktur AI akan mendorong laba operasional Samsung melonjak hampir sembilan kali lipat pada kuartal III 2026.

Mengutip Reuters (7/10), Samsung diperkirakan membukukan laba operasional 10,61 triliun won atau sekitar US$ 7,9 miliar pada periode Juli-September 2026. Angka tersebut jauh di atas capaian 1,17 triliun won pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, estimasi tersebut telah dipangkas 7,7% sejak akhir Agustus. Penurunan proyeksi mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap melambatnya kenaikan harga cip memori serta penguatan won Korea Selatan terhadap dolar AS.

Jika terealisasi, capaian tersebut akan menjadi kuartal keempat berturut-turut Samsung membukukan pertumbuhan laba yang kuat. Kondisi ini menunjukkan pasokan cip memori masih ketat karena permintaan untuk pusat data AI tumbuh lebih cepat dibandingkan pasokan.

Namun, tren kenaikan harga cip mulai kehilangan tenaga. TrendForce memperkirakan harga kontrak DRAM konvensional hanya naik 10%-15% pada kuartal IV 2026 secara kuartalan, jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan sekitar 60% pada kuartal II.

Senior Vice President Research TrendForce Avril Wu mengatakan, pasar memang masih berada dalam kondisi pasokan ketat. Namun, laju kenaikan harga diperkirakan melambat karena produsen semakin banyak mengandalkan kontrak pasokan jangka panjang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena harga cip yang tinggi mulai menambah biaya produksi ponsel pintar dan perangkat elektronik. Kenaikan biaya berpotensi menekan permintaan konsumen.

Baca Juga: JD Vance Ungkap Syarat AS untuk Akhiri Perang Tujuh Bulan dengan Iran

Samsung sendiri menargetkan kontrak jangka panjang mencakup sekitar dua pertiga produksi memorinya. Strategi ini ditempuh untuk mengurangi risiko fluktuasi tajam dalam siklus industri chip yang selama ini dikenal dengan pola naik-turun yang kuat.

Di sisi lain, margin bisnis cip Samsung diperkirakan mulai tertahan. Analis SK Securities Han Dong-hee memperkirakan, margin laba operasional bisnis memori Samsung berada di kisaran 76% pada kuartal III, relatif sama dengan kuartal sebelumnya.

Samsung juga menghadapi tekanan dari penguatan won. Mata uang Korea Selatan tersebut menguat 14,3% terhadap dolar AS pada kuartal III, sehingga mengurangi nilai pendapatan luar negeri ketika dikonversi kembali ke won.

Persaingan dari produsen China turut menjadi perhatian. Sejumlah produsen perangkat mulai menggunakan cip DRAM dan NAND buatan China, meski pemain asal Negeri Tirai Bambu tersebut masih lebih banyak berkonsentrasi pada produk kelas bawah.

Di tengah tekanan tersebut, Samsung berupaya mengejar ketertinggalannya di pasar cip high-bandwidth memory (HBM), komponen penting untuk pusat data AI. Samsung memperluas pengiriman HBM4 untuk memperkuat posisinya di pasar tersebut.

Menurut estimasi J.P. Morgan, pangsa pasar HBM Samsung diperkirakan meningkat menjadi 34% pada 2026, dari 20% tahun lalu. Sementara itu, pangsa SK Hynix diperkirakan turun menjadi 46% dari sebelumnya 60%.

Samsung dijadwalkan merilis hasil awal kinerja kuartal III pada Kamis (8/10), sementara laporan keuangan secara lebih rinci akan diumumkan pada akhir Oktober. Perhatian investor kini tertuju pada seberapa lama lonjakan permintaan AI mampu menjaga harga dan margin bisnis cip.

Baca Juga: IMF Peringatkan 3 Ancaman Besar Ekonomi Global: Energi, Utang, dan AI




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×