Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Kinerja Samsung Electronics melonjak tajam pada kuartal II 2026, didorong permintaan yang tetap kuat terhadap chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Lonjakan bisnis semikonduktor tersebut mampu menutupi pelemahan laba dari divisi ponsel.
Mengutip Reuters, Kamis (30/7/2026), Samsung membukukan laba operasional sebesar 89,5 triliun won pada periode April–Juni 2026.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Kamis (30/7) Pagi, Brent ke US$87,30 & WTI ke US$83,70
Angka tersebut melonjak 19 kali lipat dibandingkan laba operasional sebesar 4,68 triliun won pada periode yang sama tahun lalu.
Capaian itu juga sejalan dengan proyeksi awal perusahaan yang memperkirakan laba operasional mencapai 89,4 triliun won.
Sementara itu, pendapatan Samsung pada kuartal II 2026 meningkat 130% secara tahunan menjadi 171,5 triliun won.
Samsung menyatakan permintaan terhadap chip memori untuk kebutuhan server diperkirakan tetap kuat pada paruh kedua 2026, seiring berlanjutnya belanja investasi infrastruktur AI dan semakin luasnya adopsi agentic AI.
"Pada paruh kedua 2026, bisnis memori memperkirakan permintaan yang kuat, terutama dari server, didorong oleh berlanjutnya belanja modal infrastruktur AI serta adopsi agentic AI yang semakin luas," tulis Samsung dalam pernyataannya.
Baca Juga: Federasi Dunia Kompak Respons Rencana FIFA, Ada yang Mendukung
Perusahaan memperkirakan kondisi tersebut akan membuat pasokan chip memori tetap lebih ketat dibandingkan permintaan, meskipun permintaan dari segmen ponsel pintar dan komputer pribadi (PC) diproyeksikan mengalami perlambatan.
Samsung merupakan produsen chip memori terbesar di dunia dan menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari lonjakan investasi global pada teknologi AI, terutama untuk memasok chip memori berperforma tinggi yang dibutuhkan pusat data dan server AI.














