Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Produsen chip Korea Selatan SK Hynix cetak kinerja moncer setelah melaporkan laba operasional di kuartal II-2026 melonjak lebih dari enam kali lipat ke rekor tertinggi, didorong oleh tingginya permintaan akan chip memori canggih seiring dengan peningkatan belanja perusahaan teknologi besar pada pusat data AI.
SK Hynix yang merupakan pemasok utama Nvidia melaporkan laba operasional sebesar 60,5 triliun won atau setara US$ 41,62 miliar untuk periode April-Juni 2026. Realisasi laba operasional ini melonjak 6 kali lipat dibandingkan dengan laba operasional di kuartal II-2025 yang sebesar 9,2 triliun won.
Namun, realisasi laba operasional SK Hynix di kuartal II-2026 meleset dari perkiraan LSEG SmartEstimate yang sebesar 64 triliun won, yang didasarkan pada analis yang lebih akurat secara konsisten.
"Didorong oleh pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan dari perluasan investasi infrastruktur AI, produk berkinerja tinggi untuk server AI menyebabkan kenaikan harga, memungkinkan perusahaan untuk melampaui rekor sebelumnya yang ditetapkan pada kuartal sebelumnya," kata SK Hynix dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Anjlok 5% ke Level Terendah 2 Minggu, WTI ke Bawah US$ 80
Realisasi kinerja yang meleset ini karena eksposurnya yang lebih tinggi terhadap chip memori kelas atas yang digunakan di pusat data AI dibandingkan pesaingnya, sehingga membuat SK Hynix kurang mendapat manfaat dari kenaikan harga chip memori konvensional yang lebih kuat.
Di sisi lain, SK Hynix mencatatkan pendapatan untuk kuartal II-2026 melonjak 257% menjadi 79,3 triliun won.
Harga kontrak untuk chip memori akses acak dinamis (DRAM) tertentu melonjak sekitar 52% pada kuartal kedua dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara harga untuk beberapa produk NAND naik dua kali lipat, menurut data dari pelacak pasar TrendForce.
Kekhawatiran mengenai kemampuan "hyperscaler" seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Oracle untuk mendanai rencana investasi ratusan miliar dolar dalam infrastruktur AI telah membebani saham chip secara global dalam beberapa minggu terakhir.
Dengan hasil ini, maka laba bersih SK Hynix juga naik lebih dari 13 kali lipat, sebagian didorong oleh keuntungan non-operasional. SK Hynix melaporkan laba non-operasional bersih sebesar 60,9 triliun won, termasuk keuntungan terkait aset investasi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Baca Juga: Resmi! Meta Luncurkan Seller, Aplikasi Jualan Facebook Marketplace Berbasis AI
Kim Sunwoo, analis senior di Meritz Securities, memperkirakan bahwa perusahaan mengakui keuntungan investasi kumulatif setelah selesainya penjualan kepemilikan sahamnya di pembuat memori flash NAND Jepang, Kioxia, pada bulan lalu.
SK Hynix menginvestasikan sekitar 4 triliun won di Kioxia pada tahun 2018 melalui konsorsium investor A.S., Jepang, dan Korea Selatan yang dipimpin Bain Capital, berpartisipasi melalui dua kendaraan bertujuan khusus (SPC).














