Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - PARIS. Lacoste mendadak mengganti pucuk pimpinan menjelang peragaan busana terbarunya di Paris. Merek fesyen asal Prancis itu memberhentikan CEO Eric Vallat beberapa hari sebelum acara tersebut digelar.
Tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Lacoste mengambil keputusan itu secara diam-diam. Juru bicara Lacoste kemudian mengonfirmasi pemberhentian Vallat, tetapi tidak mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.
Lacoste menunjuk Vallat sebagai CEO pada Juni 2025 untuk menjalankan strategi premiumisasi. Perusahaan ingin mengangkat posisi mereknya ke segmen pasar yang lebih tinggi sekaligus mengurangi penjualan melalui kanal grosir dengan margin rendah.
Sebelum memimpin Lacoste, Vallat pernah memimpin produsen minuman keras premium Remy Cointreau. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal Vallat untuk mendorong strategi premium Lacoste.
Pergantian CEO tidak mengubah arah bisnis Lacoste. Juru bicara perusahaan mengatakan Lacoste akan tetap menjalankan strategi yang bertumpu pada fondasi bisnis yang kuat.
Baca Juga: Penjualan Mobil Mercedes-Benz Turun 8% pada Kuartal III 2026
Lacoste kemudian menunjuk kembali Thierry Guibert sebagai CEO. Guibert sebelumnya memimpin Lacoste selama sekitar satu dekade sebelum Vallat mengambil alih posisi tersebut.
Guibert juga memimpin Maus Freres, perusahaan induk Lacoste yang berbasis di Swiss. Kembalinya Guibert membuat perusahaan kembali mengandalkan sosok yang sudah lama memahami bisnis dan strategi merek tersebut.
Dua sumber yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan kinerja Lacoste tidak menjadi alasan di balik kepergian Vallat. Lacoste sendiri menargetkan penjualan tahunan sekitar € 4 miliar pada periode 2028-2030.
Target tersebut menunjukkan Lacoste masih mengejar pertumbuhan bisnis di segmen premium. Perusahaan juga terus berupaya memperkuat posisi mereknya di pasar fesyen global.
Baca Juga: Laba Samsung Diprediksi Melonjak Sembilan Kali Berkat Ledakan AI














