kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

AI Gemini Meretas Perusahaan Lain dalam Percobaan Uji Keamanan Siber


Minggu, 20 September 2026 / 13:05 WIB
AI Gemini Meretas Perusahaan Lain dalam Percobaan Uji Keamanan Siber
ILUSTRASI. Gemini mengakses internet dan meretas perusahaan lain saat pengujian kemampuan keamanan siber (dok/Google)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Baru saja para pemimpin perusahaan akal imitasi (AI) memperingatkan bahaya AI dan menyarankan memperlambat pengembangan AI, serangan kecerdasan buatan terjadi lagi. Program akal imitasi (AI) Gemini milik Google mengakses internet dan meretas perusahaan lain saat pengujian kemampuan keamanan sibernya.

Reuters melaporkan, Jumat (18/9/2026), peretasan tersebut terjadi pada Mei dalam sebuah uji keamanan siber yang dilakukan oleh Irregular, perusahaan independen yang melakukan evaluasi keamanan siber. ini merupakan contoh pertama yang diketahui, di mana sistem AI perusahaan tersebut melakukan tindakan semacam itu secara otonom.

Heather Adkins, Wakil Presiden Rekayasa Keamanan Google, dalam sebuah pernyataan, menyebut, dalam evaluasi pengujian standar, Gemini menemukan informasi publik secara daring dan menebak kredensial untuk mengakses tiga situs web yang dianggapnya termasuk dalam cakupan pengujian.

"Kami memastikan ketiga entitas tersebut diberi tahu, dan kami bekerjasama dengan mitra pelatihan kami terkait perubahan yang kini telah mereka terapkan pada proses pengujian mereka," kata Adkins. Peristiwa ini menyoroti pentingnya melatih model AI yang canggih agar bertindak secara bertanggung jawab.

Baca Juga: Mantan PM Malaysia Najib Razak Sedang Upayakan Penuhi Syarat Tahanan Rumah

Seorang juru bicara Irregular mengatakan, insiden tersebut melibatkan masalah yang sama dengan yang memengaruhi laboratorium AI lainnya, dan semua laboratorium terkait telah diberi tahu pada akhir Juli. "Semua masalah yang diketahui di pihak kami telah diperbaiki dan diselesaikan beberapa minggu yang lalu," kata juru bicara tersebut.

Insiden serupa yang terkait dengan Irregular juga diungkapkan oleh Meta, Anthropic, dan OpenAI. Meta menyatakan pada Agustus lalu bahwa insiden tersebut tidak melibatkan pelarian dari lingkungan terisolasi alias sandbox ataupun serangan siber yang canggih. Sementara Irregular menyatakan sedang menyusun praktik terbaik untuk melakukan evaluasi keamanan siber AI secara aman.

Insiden-insiden ini memunculkan pertanyaan mengenai langkah-langkah pengamanan yang diperlukan seiring dengan semakin besarnya otonomi serta akses agen AI terhadap internet dan sistem komputer.

Kasus peretasan oleh Gemini ini pertama kali dilaporkan Wall Street Journal. Dalam salah satu kasus, model Gemini menebak kata sandi hingga berhasil mengakses sistem yang terlindungi. Pada dua kasus lainnya, Gemini menemukan kredensial di repositori publik yang memungkinkannya mengakses sistem yang terlindungi.

Adkins mengatakan, dalam ketiga kejadian tersebut, model itu menghentikan aktivitas peretasannya.




TERBARU

[X]
×