kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Bursa Korea Selatan Anjlok Dua Hari Beruntun, Demam AI Berubah Jadi Aksi Jual Besar


Rabu, 29 Juli 2026 / 15:20 WIB
Bursa Korea Selatan Anjlok Dua Hari Beruntun, Demam AI Berubah Jadi Aksi Jual Besar
ILUSTRASI. Pasar saham Korea Selatan kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (29/7/2026), memperpanjang kejatuhan (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar saham Korea Selatan kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu (29/7/2026), memperpanjang kejatuhan yang telah dimulai sehari sebelumnya.

Reli saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar kini berubah menjadi aksi jual besar-besaran, menghapus nilai kapitalisasi pasar hingga US$ 2,18 triliun dan memukul investor ritel yang menggunakan dana pinjaman.

Mengutip Reuters, indeks acuan KOSPI sempat merosot hingga 12,6% pada awal perdagangan sebelum memangkas sebagian kerugiannya dan ditutup melemah 6%. Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya indeks tersebut anjlok hampir 11%, sehingga menempatkan KOSPI di jalur penurunan bulanan terdalam sepanjang sejarah.

Dalam waktu sedikit lebih dari satu bulan sejak mencapai puncaknya, KOSPI telah kehilangan hampir 40% dari nilainya.

Volume perdagangan yang relatif tipis menunjukkan minat beli mulai menghilang dari sektor yang beberapa pekan lalu menjadi primadona pasar global, yakni saham-saham produsen chip yang menikmati lonjakan permintaan akibat investasi di bidang AI.

Baca Juga: Bursa Singapura Pecahkan Rekor Saat Saham Teknologi Asia Dilanda Aksi Jual

Sebagian besar pembelian saham tersebut dilakukan oleh investor ritel dengan memanfaatkan dana pinjaman atau leverage untuk meningkatkan eksposur investasi mereka. Kondisi ini kini memperparah tekanan jual karena perusahaan sekuritas melakukan penutupan paksa (forced liquidation) terhadap posisi investasi yang merugi.

Di tengah tekanan tersebut, Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol menyampaikan permintaan maaf atas peluncuran ETF leverage berbasis saham tunggal. Dalam sidang parlemen, ia mengakui instrumen tersebut tidak dipertimbangkan secara matang.

Pemerintah, lanjutnya, kini tengah meninjau berbagai langkah stabilisasi pasar, termasuk kemungkinan penyesuaian regulasi terkait ETF leverage yang dinilai sejumlah analis telah mendorong peningkatan transaksi berbasis utang di Bursa Korea Selatan.

Aksi Pelepasan Saham AI

Kepala Strategi Ekuitas Asia Societe Generale di Hong Kong, Frank Benzimra, menilai aksi jual saat ini merupakan proses pelepasan posisi investasi yang sebelumnya telah terlalu padat.

"Ini jelas merupakan perdagangan yang sangat padat dan kini sedang mengalami pelepasan posisi," ujar Frank Benzimra.

Ia menambahkan bahwa saham-saham yang mengalami penurunan terdalam merupakan saham dengan tingkat penggunaan leverage paling tinggi.

"Jika melihat saham-saham yang turun, sebagian besar adalah saham yang memiliki tingkat leverage tertinggi. Sangat sulit untuk mengatakan kapan aksi jual ini akan berakhir, tetapi untuk saat ini jelas bukan perdagangan yang ingin kami masuki," katanya.

Laporan keuangan yang kuat dari SK Hynix pun gagal membendung kepanikan pasar. Meski perusahaan melaporkan laba melonjak enam kali lipat, hasil tersebut masih berada di bawah ekspektasi investor yang sangat tinggi.

Saham SK Hynix sempat anjlok hampir 20% sebelum memangkas kerugiannya dan ditutup turun 9,6%.

Sementara itu, saham Samsung Electronics juga sempat merosot hingga 14%, sebelum akhirnya ditutup melemah 5,2%.

Kedua perusahaan semikonduktor tersebut menyumbang lebih dari separuh kapitalisasi pasar KOSPI dan sepanjang tahun ini menjadi penggerak utama kenaikan indeks berkat tingginya minat investor terhadap sektor AI di tengah terbatasnya pasokan chip memori berteknologi tinggi.

Baca Juga: Laba UBS Melonjak 17% pada Kuartal II-2026, Siapkan Buyback Saham US$ 3 Miliar

Tekanan juga menjalar ke pasar regional. Saham TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia yang berbasis di Taiwan, turun 3,5% pada perdagangan di Taipei.

Analis Kiwoom Securities, Han Ji-young, mengatakan harapan investor terhadap pemulihan pasar setelah kejatuhan sekitar 10% sehari sebelumnya langsung sirna sehingga memicu aksi jual panik.

"Harapan bahwa pasar akan pulih hari ini setelah anjlok sekitar 10% kemarin memudar, memicu aksi jual panik dan memaksa sebagian besar investor saham merealisasikan kerugian mereka," ujar Han Ji-young.

Menurutnya, keraguan masih mendominasi sentimen pasar. "Keraguan masih sangat kuat di pasar mengenai apakah level indeks saat ini benar-benar telah menjadi titik terendah," tambahnya.

Meski mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir, secara kumulatif KOSPI masih mencatat kenaikan sekitar 41,5% dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun, menjadikannya salah satu pasar saham utama dengan kinerja terbaik sepanjang tahun ini.

Namun, Strategis Makro Asia-Pasifik BNY di Hong Kong, Wee Khoon Chong, memperingatkan tekanan jual belum tentu berakhir.

"Pergerakan harga hari ini menunjukkan bahwa tingkat leverage di pasar saham Korea Selatan masih tinggi dan pelepasan posisi lebih lanjut masih sangat mungkin terjadi," ujarnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×