Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Yuan China menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (29/9/2026), didorong aksi eksportir yang meningkatkan konversi kepemilikan dolar ke yuan menjelang libur nasional selama sepekan.
Mengutip Reuters, yuan spot dibuka di level 6,7094 per dolar AS dan terakhir diperdagangkan di 6,7057 per dolar AS pada pukul 02.45 GMT atau 09.45 WIB. Posisi tersebut menguat 61 pip dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
China akan memasuki libur National Day selama sepekan mulai Kamis (1/10). Perdagangan di pasar domestik akan kembali dibuka pada 8 Oktober.
Baca Juga: Amri/Nita Raih Perak Asian Games 2026, Indonesia Masih Punya Peluang Emas
Aktivitas konversi dolar oleh eksportir membantu menopang yuan di tengah tekanan dari dolar AS yang masih berada di sekitar level tertinggi dua bulan.
Yuan telah menguat sekitar 0,2% terhadap dolar AS sepanjang September dan menguat 4,3% sejak awal tahun.
Zhang Ming, wakil direktur Institute of World Economics and Politics pada Chinese Academy of Social Sciences, memperkirakan yuan akan bergerak di kisaran 6,5-6,9 per dolar AS hingga akhir tahun.
Menurut Zhang, penguatan yuan terutama akan ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS yang berkelanjutan.
Namun, ruang apresiasi yuan dinilai terbatas karena terdapat potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve serta peningkatan lebih lanjut yield obligasi pemerintah AS tenor panjang.
“Jika sejarah berulang, siklus penurunan indeks dolar yang dimulai pada 2023 dapat berlangsung hingga sekitar 2033,” ujar Zhang kepada media pemerintah Securities Times.
Baca Juga: NVIDIA Siapkan Buyback Terbesar dalam Sejarah, Siapkan Dana Rp2.700 Triliun
Sementara itu, People's Bank of China (PBoC) menetapkan kurs tengah yuan pada level 6,7411 per dolar AS sebelum perdagangan dibuka.
Level tersebut 234 pip lebih lemah dibandingkan estimasi Reuters dan menjadi deviasi terkecil dalam dua bulan.
Yuan spot diperbolehkan bergerak dalam rentang 2% di atas atau di bawah kurs tengah yang ditetapkan PBoC setiap hari.
Zhang menambahkan, jika yuan menguat terlalu cepat hingga berpotensi memengaruhi perdagangan luar negeri, arus modal dan harga aset China, bank sentral masih memiliki sejumlah instrumen untuk merespons.
Instrumen tersebut antara lain memperketat pengelolaan makroprudensial terhadap arus modal serta mengaktifkan counter-cyclical adjustment factor.
Baca Juga: Singapura Ingin Bangkitkan Pasar Saham, US$1,1 Miliar Mulai Digelontorkan
Di pasar offshore, yuan diperdagangkan di level 6,7067 per dolar AS, menguat sekitar 0,09% dalam perdagangan Asia.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berada di level 101,19 atau relatif datar.














