Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Senin (10/8/2026), tertekan penurunan saham perbankan setelah Westpac memberikan pembaruan kinerja kuartalan.
Pelemahan sektor keuangan mengimbangi penguatan saham-saham tambang menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).
Baca Juga: Jepang Catat Defisit Transaksi Berjalan Pertama dalam 17 Bulan
Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 turun 0,5% menjadi 9.220,30 pada 00.57 GMT. Meski demikian, indeks acuan tersebut masih menguat 3,2% sepanjang pekan lalu.
Sentimen investor memburuk setelah saham Westpac merosot lebih dari 5%. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar dalam sehari sejak 30 Maret.
Westpac memperkirakan pertumbuhan kredit perumahan bagi investor akan berkurang setengahnya pada tahun depan. Bank tersebut juga mencatat penurunan 20% dalam pengajuan kredit hipotek.
Untuk kuartal yang berakhir 30 Juni 2026, Westpac membukukan laba tunai sebesar A$ 1,8 miliar, turun dari A$ 1,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan dari Westpac turut menyeret indeks sektor keuangan Australia turun 1,9%, sekaligus menjadi penurunan harian terbesar dalam tiga bulan.
Saham Commonwealth Bank of Australia, ANZ dan National Australia Bank masing-masing melemah antara 1,3% hingga 2,4%.
Baca Juga: Dolar AS Tertekan Dekati Level Terendah Dua Bulan Senin (10/8), Jelang Data Inflasi
Pasar Menanti Keputusan RBA
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada keputusan kebijakan moneter RBA yang akan diumumkan Selasa (11/8/2026).
Pasar secara luas memperkirakan bank sentral Australia akan mempertahankan suku bunga acuan.
Namun, investor akan mencermati pernyataan RBA untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Di tengah tekanan sektor perbankan, saham-saham pertambangan justru menguat 1,4% seiring kenaikan harga sejumlah logam.
Saham perusahaan tambang besar BHP Group dan Rio Tinto masing-masing naik lebih dari 1%. Sementara itu, saham Fortescue menguat 0,7%.
Indeks saham perusahaan tambang emas juga naik lebih dari 3% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan April, mengikuti kenaikan harga emas di pasar global.
Saham Evolution Mining naik 1,3%, sedangkan saham St Barbara melonjak 4,7%.
Baca Juga: Iran Syaratkan Kompensasi dan Pencabutan Sanksi AS untuk Buka Selat Hormuz
Saham Treasury Wine Estates Melonjak
Dari sisi korporasi, saham Treasury Wine Estates melonjak hampir 8%. Kenaikan tersebut terjadi setelah produsen wine Penfolds tersebut mengatakan akan mengurangi ukuran produksi vintage North Coast di Amerika Serikat mulai 2026 dan melakukan penghapusan nilai persediaan, terutama untuk wine curah.
Treasury Wine Estates juga memperkirakan laba sebelum bunga, pajak, SGARA dan pos material (EBITS) yang belum diaudit untuk tahun fiskal 2026 mencapai A$ 492,3 juta.
Proyeksi tersebut berada di atas kisaran panduan sebelumnya sebesar A$ 480 juta hingga A$ 490 juta.
Sementara itu, bursa saham Selandia Baru bergerak positif. Indeks acuan S&P/NZX 50 naik 0,5% menjadi 13.892,88.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
